Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

LembAHtari Minta KPH III Tindak Mafia Perusak Hutan Mangrove di Tamiang

LembAHtari Minta KPH III Tindak Mafia Perusak Hutan Mangrove di Tamiang

KUALA SIMPANG, ANTEROACEH.com - Direktur Eksekutif LSM LembAHtari Sayed Zainal meminta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah III Aceh agar menindak tegas pelaku perambah hutan produksi mangrove tak berizin.

Menurutnya, perusakan yang terjadi di hutan mangrove desa Kuala Penaga Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang diduga dilakukan oleh oknum dengan mengatasnamakan masyarakat. 

"LembAHtari meminta agar KPH III Aceh agar kasus ini dapat diusut dan ditindak tegas  karena telah melakukan kejahatan lingkungan itu," ungkap Sayed, Senin (22/6/2020). 

Sayed menilai jika hal ini tidak ditindak tegas maka tidak menutup kemungkinan hutan produksi bakau di Aceh Tamiang akan punah, disebabkan alih fungsi menjadi lahan perkebunan. 

Dalam hal ini, Sayed melihat masih lemahnya pengawasan dan sosialisasi terhadap masyarakat terkait pentingnya menjaga hutan, khususnya wilayah hutan produksi mangrove. 

"Penting adanya perhatian dari segala lini, termasuk pemerintah daerah melalui instansi yang berwenang. Salah satu yang mungkin instansi terkait lakukan adalah memasang plang sosialisasi ditiap desa di wilayah pesisir," pintanya. 

Ia mengapresiasi tindakan yang diambil oleh Kepala BKPH Mangrove KPH III wilayah Aceh, dengan mencabut dan menahan Dinamo alat berat yang digunakan untuk melakukan membuka lahan hutan produksi mangrove.

"Namun jangan hanya sebatas itu, KPH III harus mengusut dan menindak oknum yang telah merusak hutan itu, agar memberi efek jera kepada mereka serta menjadi warning bagi oknum lain yang akan melakukan hal yang sama," pungkas Sayed.

Komentar

Loading...