Lemang Jadi Primadona Saat Ramadhan di Banda Aceh

Lemang Jadi Primadona Saat Ramadhan di Banda Aceh
pedagang takjil di Kota Banda Aceh saat menjajakan lemang di sore hari jelang berbuka. Foto: Lala Nurmala/ANTEROACEH.com

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Memasuki hari ke 2 puasa Ramadhan pusat jajanan takjil terus diburu warga Kota Banda Aceh. Meski saat ini keresahan di tengah pandemi virus Covid-19 turut menyelimuti.

Salah satu tempat yang menjadi incaran di Kota Banda Aceh adalah penjajal takjil di jalan Pulo Dibaroh, Kampung Baro atau di Kawasan rujak Garuda.

Pantauan anteroaceh.com, Minggu (26/4/2020) aneka menu berbuka dijual disina mulai dari menu tradisional hingga menu nusantara.

Kawasan ini tidak sepi dari pengunjung yang ingin berburu takjil atau hanya sekedar ingin menghabiskan waktu jelang berbuka tiba atau ‘ngabuburit’,

Menu tradisional yang ditawarkan pun sangat beragam mulai dari Lemang, Apam Pidie, Kanji Rumbi hingga Ceucah Peugaga pun ada disina.

Hamdani salah satu penjual Lemang mengatakan, tahun ini terjadi penurunan pengunjung dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia juga mengatakan terpaksa tetap harus berjualan untuk menompang kehidupan.

“Kita gak mungkin gak jualan, meskipun ada larangan keluar rumah karena penghasilan kita emang dari berjualan, kita bukan pegawai yang punya gaji bulanan,” kisah Hamdani.

“Saya terpaksa jualan, kalo bukan saya sendiri yang usaha siapa yang mau kasih makan anak istri,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung yang ditemui anteroaceh.com, Erich Sauqiyahanas mengaku ia Bersama keluarga memang kerap mengunjungi pusat penjualan takjil itu ketika bulan Ramadhan.

Erich mengatakan yang menjadi incarannya ketika bulan puasa adalah lemag.

“Saya dan keluarga memang suka Lemang,  jadi saat mau berbuka memang cari Lemang untuk menu berbuka,” terangnya.

“Lemang favorit kami cuma ada disini makanya saya tetap kesini setiap tahun,” tambahnya.

Walau harus berburu lemang ramadhan Erich tetap menjalankan protokol kesehatan, ia mengatakan bahwa warga kota saat ini juga sudah mengerti semua mengenai physical distancing dan sosial distancing.

“Kita wajib berjaga-jaga, ibadah harus tetap jalan dan virusnya harus sama-sama kita jaga juga,” terangnya.

Komentar

Loading...