Kuras Isi Kotak Amal Hingga 50 Juta, Empat Remaja Masjid Ditangkap Polisi di Banda Aceh  

Kuras Isi Kotak Amal Hingga 50 Juta, Empat Remaja Masjid Ditangkap Polisi di Banda Aceh  

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Sebanyak empat oknum remaja masjid ditangkap polisi atas dugaan pencurian isi kotak amal masjid Jamik Lueng Bata, Banda Aceh. Dalam kurun waktu enam bulan mereka telah menguras hampir Rp. 50 uang masjid.

Adapun keempat oknum tersebut berinisial FR (21), IR (22) dan AN (19) yang merupakan warga Banda Aceh, kemudian AS (17) warga Aceh Besar. Sementara satu tersangka lain yang juga terlibat berinisial DU (46) warga Banda Aceh yang bertugas sebagai pembersih halaman masjid.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kapolsek Lueng Bata, AKP Ritian Handayani mengatakan masih ada kemungkinan pelaku lain yang terlibat.

"Kelima pelaku saat ini diamankan di Polsek Lueng Bata dan kemungkinan masih adanya pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi kejahatan pencurian ini," ungkap AKP Ritian Handayani di dampingi Kasubbag Humas Iptu Hardi kepada awak media, Rabu (17/3/2021).

Dikatakan Kapolsek, aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Sabtu 6 Maret lalu dan terekam kamera CCTV.

Dari hasil rekaman, sebutnya terlihat pelaku yang masih remaja masuk melalui pintu depan masjid. Ia juga sempat berjalan perlahan-lahan sembari memperhatikan kondisi sekitar. Saat merasa keadaan masjid sepi, pelaku mengambil isi di dalamnya tanpa merusak kotak amal tersebut.

“Pada hari Sabtu (6/3/) panitia Badan Kemakmuran Masjid (BKM) melakukan pengecekan terhadap kotak amal yang ada di dalam masjid, pada salah satu kotak terdapat kecurigaan dimana ditemukannya cairan perekat berupa lem yang ada pada lubang kotak amal tersebut,” ungkap Kapolsek

Setelah dicek monitor kamera pengawas yang terdapat di dalam masjid, ditemukan visual salah satu pelaku memasuki ruangan operator untuk menonaktifkan kamera CCTV tersebut untuk kelancaran dalam melakukan kejahatannya, kemudian melakukan pencurian uang dengan alat bantu tali strapping yang sudah berikan cairan perekat, sambung Kapolsek.

Peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan oleh salah seoran panitia BKM Mesjid ke polisi pada Rabu (10/3) dan berbekal hasil dari kamera pengawas tersebut, keesokan harinya sekitar pukul 01.30 dini hari polisi berhasil meringkus salah seorang pelaku yang terekam CCTV berinisial FR (21). Setelah mendapatkan identitas empat pelaku lainnya, lanjut Kapolsek tak lama berselang tim kembali menangkap IR (22) dan AS (17).

“Para pelaku mengatakan, aksi mereka ini sudah berlangsung selama berkisar enam bulan, mereka berhasil menguras isi kotak amal masjid hampir Rp. 50 juta dengan obsesi sebagai uang saku keperluan sehari – hari,” ungkap Kapolsek.

Kemudian keesokan harinya, AN (19) salah satu pelaku yang juga terlibat diantar oleh orang tuanya ke Polsek Lueng Bata, Banda Aceh  untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya serta petugas juga berhasil menangkap DU (46) yang bertugas sebagai pembersih halaman masjid dengan peran sebagai pemantau situasi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh pihak petugas diantaranya dua unit sepeda motor sebagai alat bantu, satu unit Handphone dari hasil kejahatan, satu helai jacket warna hitam yang digunakan oleh pelaku saat melakukan aksinya, tiga helai baju kaos, satu helai celana kain warna hitam, satu buah lem sebagai perekat, dua potong tali strapping dan uang hasil kejahatan senilai Rp. 10,3 juta.

"Para pelaku dewasa dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan selama tujuh tahun penjara dan untuk pelaku anak dibawah umur dikenakan pasal 363 KUHP Jo UU RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan Anak," pungkas Kapolsek Lueng Bata, AKP Ritian Handayani.

Komentar

Loading...