Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kupi Khop, Gaya Minum Kopi Tak Lazim di Meulaboh  

Kupi Khop, Gaya Minum Kopi Tak Lazim di Meulaboh  
Kupi Khop Meulaboh, Aceh Barat (Foto: Uci Setiawan/anteroaceh.com)

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Aceh terkenal dengan produksi kopinya yang sudah mendunia. Tradisi minum kopi dalam masyarakatnya juga sudah dilakukan secara turun sejak dahulu hingga sekarang.

Maka, jangan heran jika berkunjung ke Aceh,  banyak sekali ditemukan kedai kopi, mulai dari pelosok desa sampai di pusat-pusat kota.

Sudah lumrah jika kedai kopi di Aceh selalu ramai pengunjung, bahkan tak jarang ditemukan kedai kopi yang buka hingga 24 jam. Pelanggannya pun beragam dan datang dari segala usia.

Apalagi di zaman teknologi yang berkembang pesat seperti sekarang, hampir disetiap kedai kopi sudah menyediakan wifi gratis, sehingga membuat pelanggannya semakin betah duduk berlama-lama.

Mungkin kamu sudah sering menikmati segelas kopi khas Aceh dengan penyajian kopi seperti pada umumnya. 

Bagaimana jika penyajian kopinya menggunakan cara yang tak lazim?, gelasnya  dibalik di atas cawan kecil, kemudian hanya disediakan sedotan untuk menikmatinya. Bingung bukan cara bagaimana cara menyeruputnya?

Kopi terbalik atau biasa disebut Kupi Khop ini merupakan kopi khas daerah Meulaboh, Aceh Barat.  Jika kamu belum pernah coba, mungkin ini akan jadi sesuatu yang menarik untuk segera dicoba. 

Umumnya, Kupi Khop diminum dengan cara gelasnya sedikit diangkat, lalu ditiup menggunakan sedotan dibagian ujung celah gelas yang membuat kopi merembes perlahan melalui celah gelas di atas cawan, baru kemudian kopi yang di atas cawan tersebut diseruput.

Salah seorang pemilik warung di Gampong Kuta Padang, Sulaiman atau akrab disapa Leman mengatakan, cara minum kopi tersebut sudah ada sejak lama karena biasanya mereka yang tinggal di pesisir pantai, kopi yang disajikan sering kali cepat dingin, sehingga harus dibalik agar kopi yang diminum tetap panas. 

"Jadi makanya gelasnya dibalik agar kopi tetap selalu panas ketika ingin diminum," ucap Leman.

Kupi Khop bisa ditemukan hampir disemua tempat di pinggir pantai Meulaboh. Biasa disajikan dengan kopi tubruk Robusta. Ampas kopi yang lazimnya selalu terletak dibagian bawah gelas, pada Kopi Khop ini ampasnnya justru sebaliknya.

Ampas residu kopi terlihat mengapung dibagian atas, dan jika belum mahir meminumnya, ampas kopi akan ikut keluar di cawan.

Leman menuturkan, kedainya hingga kini menjual tiga jenis, yaitu Kupi Khop biasa seharga Rp. 6 ribu, Kupi Khop Nen (Dicampur susu) Rp. 8 ribu dan Kopi Tower Rp. 10 ribu. 

Menjelang sore hari, kedainya banyak didatangi pengunjung dari berbagai daerah dan yang menjadi nilai tambah lagi ditempat Leman berjualan pelanggan akan disuguhkan pemandangan pantai dan tak jauh dari lokasi wisata monumen Kupiah Teuku Umar.

"Kami bukanya dari pukul sembilan pagi sampai tutup menjelang magrib. Kalau malam enggak buka," pungkasnya.

Komentar

Loading...