Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kuasa Hukum Tgk Janggot: Polda Aceh Wajib Tetapkan Terlapor Sebagai Tersangka

Kuasa Hukum Tgk Janggot: Polda Aceh Wajib Tetapkan Terlapor Sebagai Tersangka

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Kuasa Hukum Zahidin alias Tgk. Janggot mengatakan Polda Aceh wajib menetapkan terlapor (Bupati Aceh Barat Ramli MS) sebagai tersangka  karena sudah memiliki setidaknya empat alat bukti cukup berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat dan petunjuk.

Baca: Saksi Sebut Tgk. Janggot Dipukuli Temannya di Dalam Mobil Saat Hendak Divisum

"Yang pertama yang ingin saya katakan poinnya ini demi hukum atas nama hukum berdasarkan keadilan serta persamaan hak dihadapan hukum, Polda Aceh wajib menetapkan terlapor tersangka, sebab Polda Aceh setidak-tidaknya sudah memiliki empat alat bukti cukup," ucap Kuasa Hukum Tgk Janggot sekaligus Juru Bicara Kantor Hukum ARZ dan Rekan, Zulkifli kepada anteroaceh.com, Rabu (13/1/2021).

Dikatakan Zulkifli, yang dijadikan saksi saat insiden kerusuhan di pendopo waktu itu adalah mereka yang melihat, mendengar, dan mengalami kejadian tersebut. 

Kemudian suratnya berupa visum et repertum, hasil laboratorium forensik Polda Aceh, dan putusan Fitriadi Lanta, nomor: 50/Pid.Sus/2020/PN MBO yang menurutnya merupakan fakta persidangan. Sementara keterangan ahli, lanjutnya terdapat ahli pidana dan ahli forensik.

"Apakah penganiayaan tersebut harus ada luka terlebih dahulu atau tidak? Kalau merujuk pada pasal 351 Ayat 1 KUHP, jika saya tampar orang, itu saya sudah terkena pasal tersebut, karena sudah memukul, memar dan merasa perasaannya tersakiti," papar Zulkifli.

Terkait petunjuk, lanjutnya adalah video yang merekam saat terjadi pengeroyokan waktu itu yang dikatakan benar adanya penganiayaan disana. 

Ia meminta untuk fokus saja ke perkara yang terjadi di pendopo saat itu benar atau tidak, terkait saksi yang mengatakan adanya pemukulan yang terjadi ketika dalam perjalanan dari RSUDCND Meulaboh ke RSUD SIM Nagan Raya itu sudah berbeda, begitupun dengan masalah visum dan seterusnya.

Apalagi, dikatakannya saksi Darmansyah saat penganiayaan itu terjadi tidak berada disana yang menurutnya ia bisa dikatakan sebagai saksi yang mendengar dari kesaksian orang lain dan tidak bisa dijadikan sebagai saksi. 

Kemudian terkait saksi yang mengatakan ia tidak melihat adanya pemukulan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Barat, ia menyarankan untuk kembali melihat isi video tersebut.

"Diperlihatkan saja videonya, di video itu tidak terbantahkan bahwa video itu bohong. Nah ini siapa, kamu dimana dan seterusnya," pungkas Kuasa Hukum Tgk Janggot, Zulkifli.

Komentar

Loading...