Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik dan Sekdes di Aceh Besar Terancam 20 Tahun Penjara

Korupsi Dana Desa, Mantan Keuchik dan Sekdes di Aceh Besar Terancam 20 Tahun Penjara

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – DM mantan Keuchik dan HS mantan Sekdes Gampong Lamreh, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar harus meringkuk dibalik jeruji besi atas dugaan korupsi dana desa dalam kurun waktu tahun 2015 sampai 2017.

DM dan HS merupakan Keuchik dan Sekdes periode 2013-2018.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh AKP M. Ryan Citra Yudha, SIK dalam kofersnsi persnya Selasa (10/11/2020)  mengatakan dugaan penyelewengan dana desa tersebut diduga telah terjadi dalam kurun waktu 2015-2017 yang bersumber dari APBG, APBN, dan APBK serta Pendapatan Asli Gampong (PAG) yang tidak dimasukkan ke kas desa.

"Kedua tersangka melakukan dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran pendapatan dan belanja Gampong (APBG) yang bersumber dari dana desa dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 232 juta," ujar Ryan.

Dia menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dengan melibatkan inspektor untuk dilakukan audit. 

"Setelah kita mendapat laporan dari masyarakat, kemudian dilakukan penyelidikan. Kemudian kita berkoodinasi dengan inspektorat untuk menghitung atau audit apakah ada indikasi korupsi atau tidak," ungkap Ryan.

Setelah dilakukan audit pada tahun 2018, inspektorat mengeluarkan hasil audit dan ternyata memang benar ada indikasi penyelewengan anggaran di Gampong itu.

“Alhasil unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Banda Aceh langsung melakukan tindakan Sprindik terhadap kasus ini,” sebutnya.

Untuk diketahui, Modus yang dilakukan kedua tersangka ini dengan cara menyelenggarakan sejumlah kegiatan dan pengadaan barang dengan dalih kepentingan Gampong. Beberapa kegiatan dan pengadaan barang tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2015-2017 lalu.

“Modus yang mereka lakukan yaitu membuat kegiatan dan pengadaan barang di gampong. Ada, namun apa yang dilakukan tidak terealisasi 100 persen. Adapun pengadaan yang di lakukan itu berupa pengadaan laptop, pengadaan peralatan PKK, dan pencarian dana peningkatan kapasitas aparatur desa," rinci Kasat.

Atas dasar itulah, pihak kepolisian melakukan penyelidikan.

“Polisi sudah memeriksa 22 saksi dalam kasus tersebut dan akhirnya menahan kedua tersangka pada Kamis (5/11) lalu,” ujar Ryan.

Hasil penyelidikan, sambung Ryan, dana tersebut  ternyata digunakan oleh tersangka DM dan HS untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan desa setempat.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Undang – Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 tahun 2001.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Ryan.  

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...