Korupsi Batu Gajah Belum ada Tersangka, Mahasiswa Unjukrasa di Kejari Lhokseumawe

Korupsi Batu Gajah Belum ada Tersangka, Mahasiswa Unjukrasa di Kejari Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Serikat Mahasiswa Nasional Indonesia  dari Universitas Malikussaleh dan Uniki berunjukrasa di Kantor Kejaksaan Negeri Lhokseumawe di Lancang Garam, Rabu (23/6/2021) siang. 

Mereka menuntut jaksa segera menetapkan tersangka dugaan korupsi proyek Batu Gajah Cunda –Meuraksa tahun  2020  yang telah merugikan negera 4,3 miliar.

Aksi unjukrasa dilakukan oleh delapan mahasiswa,  dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan dijaga oleh seratusan anggota kepolisian dan TNI.  Area depan halaman kejaksaan juga ikut disekat oleh Polantas dan tidak bisa dilalui kendaraan. Mereka saling bergantian berorasi di depan anggota kepolisian.

“Sudah jelas proyek tahun 2020 itu menimbulkan kerugian negera hingga 4,3 miliar, namun sampai hari Kejaksaan  Negeri Lhokseumawe belum menetapkan tersangka. Ini adalah rancu, seharusnya ketika sudah jelas ada kerugian negera, penyidik kejaksaan sudah bisa menentukan status hukum pihak yang terlibat,” seru Yudi Ansyah Korlap aksi.

Mahasiswa juga mendesak kepala kejaksaan  tidak hanya menetapkan tersangka ditingkat bawah, namun seluruh pihak yang telah menikmati dana publik tersebut.

Amatan anteroaceh di lokasi, sekitar pukul 11.40 WIB, pengunjukrasa beraudiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis, SH,  di ruang bawah kantor kejaksaan. Mukhlis didampingi Kasi Intel Miftahuddin dan sejumlah jaksa lain. 

Audiensi berlangsung hampir satu jam lebih,diakhiri dengan penandatangan petisi permintaan mahasiswa  oleh Kajari, yang isinya bahwa kejaksaan akan  segera menetapkan tersangka kasus yang diduga melibatkan oknum Dinas PU PA Kota Lhokseumawe dan oknum rekanan dari Bireuen tersebut.

Komentar

Loading...