Komplotan Maling BBM Kapal Tanker di Lhokseumawe Ditangkap, Seorang  Tewas Tenggelam  

Komplotan Maling BBM Kapal Tanker di Lhokseumawe Ditangkap, Seorang  Tewas Tenggelam  

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kepolisian menangkap lima tersangka pencurian bahan bakar minyak (BBM) dari kapal Tanker MT Garuda Asia yang bersandar di pelabuhan Depo Pertamina Lhokseumawe, Rabu (3/3/2021) dinihari. Seorang tersangka tewas tenggelam setelah melompat dari tanker saat hendak ditangkap. 

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto kepada wartawan,  Kamis (4/3/2021) menerangkan, lima tersangka yang diciduk masing-masing RG (36), MD (26), DI  (36) dan MS (37) asal Gampong  Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, seorang tersangka lainnya yakni FR (41) asal Gampong Cut Neuhun, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. 

Sedangkan tersangka yang meninggal dunia berinisial   HS (40) warga asal Hagu Teungoh. Jasadnya baru ditemukan pada Rabu sore kemarin dan langsung dibawa ke rumah duka tidak jauh dari lokasi kejadian. Kabarnya HS bersama empat tersangka lainnya masih satu keluarga.  

“Kelima tersangka adalah komplotan pemerasan dan penggelapan BBM   pertamax dari kapal tanker. Ada satu tersangka menceburkan diri ke laut dari atas kapal tanker karena kaget mendengarkan suara tembakan peringatan petugas,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya.  

Eko menerangkan komplotan RG cs  kerap mengambil minyak dari kapal tanker yang bersandar di Pelabuhan Depo Pertamina Hagu Selatan.  

Pada malam kejadian, para tersangka  menggunakan satu boat membawa 29 drum kosong menuju ke kapal tanker. Saat berada di kapal tanker,  RG mengatakan kepada awak kapal bahwa mereka sudah mendapat izin  dari juru pompa kapal untuk mengambil minyak.  

“Mereka mengambil minyak dengan cara menipu ABK bawah sudah ada izin dari juru pompa minyak kapal yang kebetulan saat itu sedang berada di Medan. Setelah itu RG bersama dua rekannya yakni MD dan DI langsung mengisi minyak dari tanki ke 29 jiregan yang ada dalam boat mereka,” jelas Kapolres. 

Kemudian, lanjutnya  saat pengisian itu hampir selesai, datang petugas Satreskrim  langsung memberikan tembakan peringatan ke atas agar tersangka menyerahkan diri. Saat itupula seorang tersangka langsung loncat dari kapal laut. 

Kemudian polisi  menciduk dua tersangka lainnya yang diduga bertugas melansir minyak  hasil curian  ke darat. Sedangkan dua tersangka lainnya masih buron, yakni tersangka yang berada di darat menunggu boat mendarat. 

“Kurang lebih ada 1 ton Pertamax yang diambil malam itu sudah disita penyidik untuk bahan pemeriksaan. Kabarnya tersangka dan komplotannya sudah beberapa kali melakukan aksi tersebut. Tersangka kita kenakan pasal 32 jo pasal 378 KUHPidana dengan  ancaman pidana penjara  empat tahun,” pungkas Kapolres.

Komentar

Loading...