Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Komnas HAM Investigasi soal Darurat Militer di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Komnas HAM Investigasi soal Darurat Militer di Aceh Tengah dan Bener Meriah
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, usai diwawancara Kompas.com disalah satu hotel di Takengon, Kamis (25/7/2019).(KOMPAS.com / IWAN BAHAGIA SP)

ANTEROACEH.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) menurunkan tim investigasi terkait dugaan pelanggaran HAM pada 2000-2004, di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Tim dipimpin langsung oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan sejumlah komisoner dengan melibatkan beberapa akademisi di Aceh.

Tim akan menggali informasi dari para saksi atau korban berbagai peristiwa pelanggaran HAM saat konflik Aceh pada era operasi militer di daerah tersebut.

Investigasi yang berlangsung selama tiga hari itu berlangsung di Gedung Pendari, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (25/7/2019).

"Kami melakukan pemeriksaan kasus di Aceh Tengah dan Bener Meriah, ini yang sudah keempat kalinya. Kami bekerja sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000, jika ada pelanggaran HAM berat," kata Ahmad Taufan Damanik, seperti dilansir Kompas.com saat ditemui usai kegiatan berlangsung, Jumat (25/7/2019).

Adapun, Undang-Undang yang dimaksud adalah UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Menurut Ahmad, hingga Oktober tahun ini, Komnas HAM masih bekerja untuk melakukan pendalaman terkait dugaan kasus pelanggaran HAM berat di kedua daerah itu.

"Kalau dinyatakan pelanggaran yang berat, maka berkas perkaranya diberikan ke Jaksa Agung," sebut Ahmad.

Hingga saat ini, Komnas HAM sudah memeriksa seratusan saksi dalam investigasi yang sudah dilakukan. Menurut Ahmad, tidak ada yang istimewa dalam kasus di Aceh Tengah, yang saat itu belum melepaskan Kabupaten Bener Meriah sebagai daerah pemekaran.
Namun, meskipun pada konflik sebelumnya wilayah itu relatif lebih aman dibandingkan daerah lain di Aceh, ternyata terjadi sejumlah rentetan peristiwa HAM dari imbas konflik yang secara masif terjadi di wilayah pesisir Aceh.

"Pada masa itu, terjadi berbagai aksi yang melibatkan banyak orang meninggal dunia, pembakaran dan pengusiran," ucapnya.

Sumber : Kompas.com

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...