Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kolaborasi Aceh Hebat

Kolaborasi Aceh Hebat
Ilustrasi. Foto: Ist

ACEH memiliki dua laboratorium yang dapat melakukan Swab test. Pemerintah Aceh melalui Balitbangkes dan Unsyiah melalui Fakultas Kedokterannya. Balitbangkes diresmikan pada bulan Maret 2020. Laboratorium Unsyiah diresmikan dua bulan berikutnya.

Keberadaan kedua laboratorium itu, seharusnya mempermudah akses masyarakat Aceh untuk mendapatkan Swab test. Dalam perjalanannya, beberapa kali informasi yang disampaikan ke publik simpang siur.

Misalnya, laboratorium Balitbangkes mematok Rp. 1,5 juta untuk biaya tes. Anggota DPRA bergeming.

Menurut Azharuddin, Direktur RSUDZA, tarif tersebut untuk pelayanan mandiri. Sementara untuk rujukan dari Rumah Sakit tidak dipungut biaya.

Seharusnya, setiap tes tidak dipungut biaya. Mau layanan umum apalagi rujukan rumah sakit. Perkaranya, Rp. 1,7 triliun APBA sudah di refocusing untuk penanggulang Covid-19.

Sementara itu, Samsul Rizal, Rektor Unsyiah berencana akan melakukan Swab tes umum secara gratis. Langkah pertama akan dilakukan di masjid Raya Baiturrahman. Namun, rencana tersebut gagal, karena terkendala izin.

Apa yang dilakukan Unsyiah seharusnya menjadi cambuk bagi pemerintahan Aceh. Mereka harus berlari kencang. Pemerintah Aceh harus merangkul Unsyiah sebagai mitra strategis. Keduanya harus bergandengan tangan.

Pemerintah Aceh dan Unsyiah harus berjalan dalam satu orchestra. Jangan sampai yang satu membawa nyanyi keroncong yang satunya lagi nyanyi dangdut. Apalagi saling jegal.

Tujuannya tidak lain dan tidak bukan, untuk mempermudah masyarakat Aceh mendapat pelayanan. Apalagi, Rektor Unsyiah merupakan wakil ketua gugus tugas Covid-19. Rivalitas keduanya harus berada dalan koridor positif.

Komentar

Loading...