Klaster Magetan

Klaster Magetan
Ilustrasi.

SEDIKITNYA ada 75 santri asal Aceh yang menuntut ilmu di Pondok Pasantren Al Fatah yang terletak di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

75 santri itu telah kembali ke Aceh dan tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Aceh. Ya, klaster Magetan menjadi perbincangan setelah enam santri yang menuntut ilmu disana dipastikan terinfeksi Covid-19; tiga santri berasal dari Aceh Tamiang, satu Gayo Lues dan satu Bener Meriah.

Sedangkan di Siemelu juga telah ditemukan santri yang positif namun masih berdasarkan rapid test. Hasil rapid test santri tersebut reaktif sehingga perlu dilakukan PCR Swab untuk kepastian.

Dari total 6 santri Simeuelu yang baru kembali dari Magetan sejauh ini hanya 3 santri yang menunjukkan reaktif hasil rapid testnya.

Berbeda dengan 6 santri tadi itu, mereka memang telah dinyatakan positif berdasarkan hasil PCR Swab. Artinya mereka telah dipastikan terinfeksi, namun kondisi mereka memang kian baik bahkan ada yang telah sembuh.

Pemerintah Aceh harus menaruh perhatian serius terhadap para santri dari Klaster Magetan ini, untuk memastikan santri-santri kita yang baru kembali dalam kondisi sehat dan tidak terinfeksi.

Jika bercermin dari penyelesaian yang diterap otoritas Malaysia tak ada salahnya Aceh mengikuti langkah itu, Negeri Jiran itu melakukan PCR Swab pada setiap warganya yang baru datang dari luar dan jika terdapat gejala atau tanda-tanda terinfeksi Covid-19 langsung dilakukan karantina terpadu dan perawatan mereka tak diizinkan bertemu keluarga sebelum dipastikan benar-benar bebas dari Covid-19.

Malaysia juga memiliki santri dari Magetan sedikitnya 43 dari Klaster Magetan diumumkan positif Covid 19 oleh otoritas Malaysia. Namun mereka langsung melakukan kantina terpadu dibawah Kementrian Kesehatan disana.

Pemerintah Aceh sebaiknya segera melacak seluruh santri yang baru kembali dari Magetan itu dan melakukan pengecekan hingga penanganan. Ini untuk kebaikan para santri dan masyarakat Aceh secara umum.

Selain memastikan tidak terinfeksi Covid 19, pemeriksaan itu sangat penting untuk memastikan para santri dan keluarganya tidak dikucilkan oleh masyarakat yang akan berdampak secara sosial.

Pemerintah Aceh bisa segera menggerakkan Gugus Tugas yang telah terbentuk dan berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten/Kota agar kemungkinan terburuk bisa diantisipasi walau kita berharap semua baik-baik saja.

Komentar

Loading...