Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kisah Viral, Orangtua Keluarkan Anak dari Sekolah Demi Fokus Main Game

Kisah Viral, Orangtua Keluarkan Anak dari Sekolah Demi Fokus Main Game
Kisah viral ayah keluarkan anak dari sekolah demi jadi gamers (Foto: Youtube)

ANTEROACEH.com - Saat ini tidak bisa dipungkiri, pengaruh game online telah mewabah dalam kehidupan para milenial. Banyak orangtua yang berusaha mati-matian supaya sang buah hati terbebas dari kecanduan game online yang akan mengganggu kehidupan. Namun, berbeda halnya dengan seorang ayah asal Kanada yang satu ini yang kisahnya cukup viral.

Sang ayah justru mendukung karier anaknya di dunia eSports dan anehnya si anak disuruh keluar dari sekolah sehingga bisa memanfaatkan seluruh waktunya untuk bermain video game. Kisah Pria yang bernama Dave Herzog, seorang pengusaha berusia 49 tahun dari Sudbury pun viral.

Ia telah membiarkan putranya, Jordan untuk melakukan karier eSportsnya selama lebih dari satu dekade. Dave menegaskan telah mengijinkan sang anak untuk bermain video game ketika masih berusia tiga tahun.

Pada usia tujuh tahun sang anak berhasul menjadi seorang pemain Halo yang terampil, sementara pada usia 10 tahun ia berhasil mendominasi para gamers lokal. Jordan juga pernah memenangkan turnamen Halo pertamanya yang membuatnya mendapatkan pakaian gaming.

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Jumat (26/7/2019), Jordan ÔÇÿCrimz" yang kini berusia 16 tahun sudah menjadi salah satu pemain Fortnite paling sukses di dunia. Ia telah memenuhi syarat untuk mengikuti Kejuaraan Fortnite Dunia pada tahun ini bersama dengan 200 pemain lainnya dari seluruh dunia.

Ia bersiap untuk memenangkan hadiah senilai USD 30 Juta atau setara Rp419 miliar. Sebagaimana diketahui, Jordan menghabiskan delapan hingga 10 jam per harinya untuk bermain Fortnite, bahkan makan pun ia lakukan di depan komputer, sambil berbicara dengan teman-teman satu timnya.

Dave Herzog mengeluarkan Jordan dari sekolah tahun lalu, dan sempat diprotes oleh sang ibu. Meski demikian, ia tidak sedikit pun menyesali keputusannya. Faktanya, setelah Jordan lolos ke turnamen Fortnite utama tahun ini, dia mengirim email ke sekolah lamanya untuk memberi tahu berapa banyak uang yang dihasilkan Jordan jika berhasil memenangkan pertandingan.

Meski demikian ada beberapa kontroversi seputar keputusan Dave, karena mengeluarkan sang anak dari sekolah. Beberapa orang menuduhnya melakukan pelecehan anak, tetapi dia mengklaim itu hanya masalah persepsi.

"Jika itu olahraga atau piano, orang akan baik-baik saja dengan itu, tetapi karena itu adalah video game, itu adalah penyalahgunaan. Aku bukan idiot. Saya tahu ada interaksi sosiall, kebanyakan orang akan melewatkan, tetapi dia punya momen besar sekarang, dan kita harus mengambil keuntungan darinya," terang Dave.

Sementara Jordan pun merasa beruntung memiliki ayah yang mendukungnya. Dia sendiri sadar bahwa misinya dilakukan dengan banyak hal. Tetapi dia telah melihat ini sebagai pengorbanan yang diperlukan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan uang yang cukup dengan tidak harus bekerja pada sebagian besar hidupnya.

"Teman-teman datang dan pergi, dan sebagainya, tapi ini bisa menjadi karier saya dan seluruh masa depan saya," kata Jordan.

Sumber : Okezone

Komentar

Loading...