Kisah Pilu Nek Oen Warga Aceh Selatan Bertahan Hidup di Gubuk Reyot

Kisah Pilu Nek Oen Warga Aceh Selatan Bertahan Hidup di Gubuk Reyot

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – Nasib sudah dikandung badan, begitulah sepenggal kata yang cocok disematkan kepada Nek Lilon (68) warga Gampong Simpang Lhe, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. 

Betapa tidak, seharusnya dimassa tua semua orang berharap hidup layak dan nyaman menapaki waktu usia senja.

Sayangnya, hal semacam itu nampaknya tak bisa dinikmati oleh sosok nenek renta yang satu ini. Pasalnnya, dipenghujung usia semakin redup, Nek Oen Sapaan akrabnya harus berjuang sendirian terombang-ambing kerasnya kehidupan karena dirinya hanya hidup sebatang kara tanpa anak dan suami.

Mirisnya lagi, wanita paruh baya yang didera kemiskinan diduga belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah. Sehingga dirinya sampai saat ini harus rela tinggal di rumah berdinding papan beratap daun rumbia.

Sebelumnya, kondisi kehidupan Nek Oen awalnya diketahui melalui akun facebook bernama Zultawanis Kuba dengan memposting potret kehidupan Nek Oen yang berharap bantuan dari dermawan.

Pendamping Lansia Dinsos Aceh Selatan, Merliyanti saat mengunjungi Nek Oen di rumahnya
Pendamping Lansia Dinsos Aceh Selatan, Merliyanti saat mengunjungi Nek Oen di rumahnya

Mendapatkan informasi tersebut,  Kabid Rehabilitas Sosial pada Dinas Sasial Aceh Selatan, Alimuddin melalui Pendamping Lansia, Merliyanti memastikan jika Nek Lilon akan menerima bantuan dukungan keluarga dari sumber Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Setelah mendapatkan informasi itu, kita langsung mengecek kelokasi. Setelah kita lakukan pengecekan, benar Nek Oen yang belum menikah dan tinggal sebatangkara itu tinggal disebuah gubuk," ungkap Merliyanti melalui rilis yang diterima ANTEROACEH.com, Jum'at (15/12/2019).

Ia menjelaskan, Nek Oen dengan kondisi masih kuat dan juga masih sanggup berjalan kaki serta bisa melakukan aktivitas sehari-hari itu menempati rumah gubuk tersebut hanya disiang hari saja. Namun apabila dimalam hari, sambung Marliyant, wanita paruh baya tersebut tinggal dirumah yang saudaranya yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

"Melihat kondisi Nek Oen, Dinas Sosial Aceh Selatan akan berkoordinasi dengan pendamping lansia provinsi Aceh agar Nek Oen dimasukkan kedalam penerima bantuan dukungan keluarga untuk lansia potensial," jelasnya.

Kemudian lanjutnya, bantuan dukungan keluarga diberikan kepada lansia potensial untuk membantu dan memudahkan modal usaha. Selain itu, Merliyanti menyebutkan, pihak Dinsos Aceh Selatan sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mengenai informasi tentang kondisi kehidupan nenek yang hidup sebatang kara tersebut. 

"Pemerintah Aceh Selatan akan terus berupaya memberikan pelayanan lansia sesuai dengan visi-misi pemerintah Republik Indonesia (RI) yang berlandas kepada UU 13 tahun 1998 bahwa semua pihak punya  tugas dan tanggungjawab yang sama untuk memberikan pelayanan yang sama Kepad para lansia," pungkanya.

Komentar

Loading...