Kisah Pemuda Sumut yang Masuk Islam di Banda Aceh, Dari Kasus Khalwat Hingga Mantap Jadi Mualaf

Kisah Pemuda Sumut yang Masuk Islam di Banda Aceh, Dari Kasus Khalwat Hingga Mantap Jadi Mualaf
Muhammad Yulianus Dohude (24) Asal Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara saat diwawancari anteroaceh.com di Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. Foto: Uci Setiawan

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Yulianus Dohude (24) pemuda asal Nias Selatan, Sumatera Utara sejak setahun terakhir mulai tertarik degngan Islam, hal itu ia ungkapkan setelah sah menjadi mualaf di Banda Aceh, Jum'at (11/12/2020) pagi.

Walau sudah sejak lama tertarik ingin masuk Islam, namun ia baru memantapkan hati saat menjadi tahanan Satpol PP dan WH di Aceh karena kasus khalawat. 

Pada awal bulan Desember 2020 lalu ia ditangkap warga bersama pasangannya PJS (19) atas dugaan telah melakukan khalwat dan dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh kemudian dilimpahkan menjadi tahanan Satpol PP dan WH Provinsi Aceh sambil menunggu pemberkasan perkara. 

Sepuluh hari sudah ia menjalani hukumannya di sel tahanan dan baru resmi menjadi mualaf pagi tadi. setelah mengucap syahadat Yulianus menambahkan  'Muhammad' di depan nama. Kini ia dipanggil dengan nama baru sebagai Muhammad Yulianus Dohude. 

"Niatan saya menjadi mualaf itu bukan sejak pertama saya menginjak kaki ke Banda Aceh ya. Tapi memang sudah lama sekitar setahunan lebih," ucap Yulianus saat diwawancari langsung anteroaceh.com, Jum'at siang. 

Alasan utama masih belum memeluk islam saat itu, karena lingkungan dan teman-temannya masih dominan beragama kristen dan tidak ada yang mendorongnya untuk lebih mengenal islam. 

Diceritakannya semua berawal saat ia dipindahkan kerja di area Kota Banda Aceh. Ia mulai memiliki teman yang mayoritas muslim dan mereka juga suka bertanya dan melakukan sharing. 

"Tidak ada alasan yang berat, cuma saya disana dulu juga sering dengar azan. Tapi karena tidak ada yang support, mengajarkan dan memberikan saran harus bagaimana ke saya," ungkapnya lagi. 

Kemudian diakuinya sejak bulan April sampai bulan Juli niat untuk menjadi mualaf semakin besar. Ditambah lagi, Yulianus dekat dengan PJS yang muslim yang juga mendukungnya dan sudah menyampaikan niatnya untuk memeluk islam. 

Dikarenakan saat ini ia menjadi tahanan Satpol PP dan WH Aceh diakuinya ia merasa yakin harapan menjadi seorang mualaf akan terwujud dan difasilitasi. Lelaki yang sebelumnya bekerja di Suzuya mall itu akhirnya mengutarakan niatnya.

Keluarganya juga tidak akan mempermasalahkan dengan keputusannya memeluk islam, karena sebelumnya sudah pernah dibicarakan dengan keputusan ada ditangannya langsung. 

"Kedepannya saya berusaha untuk merubah diri saya lebih dekat dengan Allah dengan harapan jangan sampai mengulang kembali kesalahan yang lalu," pungkas Muhammad Yulianus. 

Komentar

Loading...