Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kisah Korban Kebakaran Tumpok Teungoh, Bersyukur Anak-anak Tidak di Rumah

Kisah Korban Kebakaran Tumpok Teungoh, Bersyukur Anak-anak Tidak di Rumah

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Rasa duka masih menyelimuti korban kebakaran Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe yang terjadi pada Jum’at siang lalu. Apalagi saat musibah terjadi, masyarakat sedang menunaikan ibadah Shalat Jumat sehingga sebagian besar harta benda habis dilahap si jago merah.

Seperti kisah Muksal Mina (38). Ia mengaku saat  kebakaran terjadi, dirinya  dalam perjalanan ke masjid tidak jauh dari rumah. saat tiba di Masjid, terdengar  suara sirene beberapa mobil pemadam kebakaran  membuat masyarakat yang sedang beribadah  jadi khawatir dan  panasaran.

Usai shalat Jumat, ayah tiga anak itu bergegas pulang karena merasa tak nyaman, apalagi ada beberapa orang yang bertemu dijalan menjelaskan , kebakaran terjadi dekat dengan rumahnya.

“Dari kejauhan saya lihat asap hitam tepat diatas kawasan rumah saya dan saudara. Saya pasrah saat itu, saya langsung tancap gas pulang ke rumah mertua di Lhoksukon, karena anak-anak dan istri disana,” kata Muksal Mina.

Katanya semua harta benda musnah. Hanya  tersisa sepeda motor dan pakaian di badan. Padahal beberapa mesin cuci baru dibeli, karena usaha laundry nya sedang banyak pelanggan, butuh mesin tambahan.

“Semua harta habis terbakar, tidak ada yang tersisa. Termasuk baju pelanggan laundry saya, saya sudah ikhlas dan mereka juga  ikhlas karena ini semua musibah,” ujarnya.

Disela-sela kesedihan itu, Muksal Mina mengaku sangat bersyukur, saat kebakaran ketiga anaknya yang masih bocah berada di rumah mertuanya di Lhoksukon. Karena biasanya setiap Jumat, atau saat sedang Shalat Jumat, mereka bermain-main di kamar atau tidur siang.

“Saat kebakaran itu, ibu kandung saya sempat berteriak dan meminta tolong warga, karena mengira cucunya berada di dalam kamar. Karena memang biasanya anak-anak di kamar saat siang hari. Beliau tidak tahu, mereka semua selamat karena saya bawa ke Lhoksukon,” sebut Muksal.

Menurut Muksal yang mendapat kabar dari warga, api penyebab kebakaran hebat itu berawal dari konsleting listrik dari dapur rumah tetangganya. Kemudian merembet dengan cepat ke empat rumah lainnya yang berkonstruksi kayu.  Semua korban masih bersaudara, walau hanya Muksal yang berstatus rumah sewa.

“Rencana ke depan saya akan cari rumah sewa lain, dan memulai usaha lagi dari nol. Alhamdulillah, semua pelanggan masih setia berlangganan di laundry saya, itu penyemangat saya untuk bangkit lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, korban lain Armia mengaku  saat kejadian kebakaran, rumah dalam keadaan kosong. istri dan anak-anaknya sedang berada di rumah tetangga,   setelah selesai memasak menu makan siang.

“Mereka menunggu saya pulang dengan pergi ke rumah tetangga .Biasanya kami makan siang bersama. Tapi musibah itu membuat semua  harta kami habis. Tidak ada yang tersisa, api sangat cepat membakar seisi rumah,” ujar pria 60 tahun itu.

Untuk diketahui, 8 keluarga di jalan Peutaha Rumoh Rayeuk, Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe  kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran pada Jumat (6/11/2020) siang lalu.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...