Kisah Haru dari Aceh Selatan; Terpisah 27 Tahun Ayah dan Anak Bertemu Berkat Status Facebook  

Kisah Haru dari Aceh Selatan; Terpisah 27 Tahun Ayah dan Anak Bertemu Berkat Status Facebook  
Tangkapan layar video call Mak Pendek dengan anaknya Iza yang terpisah selama 27 tahun (Foto: ist)

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com -  Selama 27 tahun lamanya terpisah, seorang anak akhirnya menemukan ayah kandungnya setelah menuliskan status di sebuah group facebook.

Pertemuan tersebut terjadi berkat bantuan salah seorang anggota dalam group facebook bernama Syairul Basmi warga Gampong Lhok Bengkuang, Tapaktuan, yang ternyata memiliki alamat sama seperti yang dibagikan sang anak.

Diceritakan Syairul, pada hari Senin (8/6/2021) pagi, ia tidak sengaja membaca sebuah postingan akun benama Iza yang menuliskan bahwa ia tengah mencari ayah kandungnya setelah 27 tahun terpisah. 

Perpisahan tersebut dikatakan Iza terjadi akibat bergejolaknya konflik Aceh dan terjadi disaat diusianya masih bayi. 

Selain itu Iza juga menuliskan nama dan alamat tempat tinggal sang ayah yang sampai saat ini masih belum pernah sekalipun dilihat wajahnya.

"Karena kebetulan alamatnya sama dengan tempat saya tinggal, jadi saat itu saya coba konfirmasi ulang alamat persisnya dimana," cerita Syairul kepada anteroaceh.com, Rabu (9/6/2021).

Namun beberapa menit berselang, Syairul yang memiliki nama akun facebook Dedek Aldo bercerita salah seorang temannya menelpon dan mengatakan bahwa orang yang dicari anak tersebut adalah orang yang dikenal dengan sebutan Mak Pendek di kampungnya. Dugaan tersebut bertambah kuat karena istri dari Mak Pendek diketahui memang sudah lama berada di Jawa.

Disaat itu juga, Syairul kembali memastikan nama yang dituliskan di status facebook tersebut dan alangkah terkejutnya ternyata benar orang yang tengah di cari itu bernama Nesri Efendi Lukman atau lebih dikenal dengan Mak Pendek.

Tak lantas percaya, Syairul kembali menghubungi Iza (Sang anak) dengan memberikannya nomor WhatsApp agar mudah untuk berkomunikasi. Setelah dipastikan bahwa sebutan Mak Pendek memang benar orang yang sama yang mereka cari, seketika itu juga ia langsung mencari Mak Pendek.

Syairul sempat mendatangi beberapa tempat yang biasa di datangi Mak Pendek, namun keduanya baru bertemu di sebuah rumah warga tempat Mak Pendek bekerja mengangkut timbunan pasir, setelah bertanya dari beberapa tetangga.  Saat itu diceritakannya bahwa ada seorang anak perempuan yang tengah mencari ayahnya dengan nama asli persis seperti namanya.

Penasaran, seketika itu juga Syairul melakukan video call dengan Iza dan mempertemukan mereka berdua. Namun keduanya masih ragu sampai akhirnya dilakukan panggilan bertiga dengan ibunya. Barulah di situ, mereka histeris dan haru, tak menyangka akan dipertemukan setelah 27 tahun lamanya.

Dikatakan Syairul, akhirnya mereka bertiga menghabiskan waktu bercerita kabar terkini melalui video call. Sang anak mengungkapkan perasaan rindunya dan meminta sang ayah untuk segera berangkat ke Pulau Jawa. 

Namun, oleh Syairul disarankan untuk sang anak agar menjemputnya mengingat usia dan khawatir akan kesehatan Mak Pendek jika harus berpergian jauh sendirian.

Masalah tersebut, sebut Syairul sedang dibicarakan oleh keluarga mereka yang mana anak pertama dan istri Mak Pendek saat ini tengah bekerja di Malaysia.

Secara singkat dikatakan Syairul pada masa konflik terjadi, keluarga Mak Pendek berada di Subulussalam hendak melakukan eksodus karena terkait isu pengusiran Suku Jawa. Seminggu sebelum keluarga tersebut eksodus, Mak Pendek berangkat ke Tapaktuan melihat ibunya yang sakit-sakitan. 

Namun setelah ianya kembali, didapati kabar bahwa istri dan kedua anaknya sudah berangkat ke Pulau Jawa bersama rombongan lainnya.

"Semoga keluarga Mak Pendek segera bisa bersatu sedia kala, semoga Iza segera menjemput ayahnya seperti apa yang Iza ucapkan di video call," harap Syairul.

Komentar

Loading...