Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kimia Unsyiah Gelar Webinar Nasional Bahas Pemanfaatan Ekosistem Leuser Sebagai Sumber Bahan Baku Obat  

Kimia Unsyiah Gelar Webinar Nasional Bahas Pemanfaatan Ekosistem Leuser Sebagai Sumber Bahan Baku Obat  

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Jurusan Kimia Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan webinar Nasional dengan tema Riset Hulu dan Hilir Pengembangan Biofarmaka dari Biodiversity Ekosistem Leuser, Minggu (18/10/2020)

Hadir beberapa pembicara dalam webinar tersebut diantaranya Muamar Vebry, Programme Manager for Climate Change Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei, Safuadi, ST, M.Sc, Ph.D, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Dr. Ir. Ema Alemina, MP, Kabid Litbang Bappeda Aceh, Prof. Dr. Taifo Mahmud, M.Sc, Professor and Faculty Member di Oregon State University, USA.

Selain itu hadir pula Prof. Yana Maolana Syah, M.S. Ph.D, Guru Besar Kimia Organik Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Khalijah Awang Professor di Department of Chemistry, Faculty of Science, University of Malaya, Prof. Dr. Irmanida Batubara, S.Si. M.Si, Guru Besar Kimia Analitik di Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, Guru Besar Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Teuku Mohamad Iqbalsyah, S.Si. M.Sc, Peneliti Biomolekuler Jurusan Kimia sekaligus Dekan  FMIPA Universitas Syiah Kuala.

Ketua Panitia Webinar Elly Sufriadi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk merancang peta jalan untuk penelitian tanaman obat yang berasal dari Ekosistem Leuser.

"Ekosistem Leuser, merupakan salah satu kekayaan alam terbesar Indonesia dengan keanekaragaman hayatinya yang masih tersisa," ungkap Elly.

Diperkirakan hampir ratusan ribu spesies tanaman yang baik yang sudah dikenal maupun belum dikenal terdapat di dalamnya.

"Ekosistem yang megah dan kuno ini terdiri dari 2,6 juta hektar hutan hujan dataran rendah, rawa gambut, pegunungan dan hutan pantai serta padang rumput pegunungan,"

Elly melanjutkan, secara global Leuser diakui sebagai salah satu hamparan hutan hujan tropis terkaya yang tidak ditemukan dimana pun di Asia Tenggara.

"Total economic value yang dihasilkan dari Ekosistem Leuser mencapai   9 milliar US dollar atau setara dengan  137,75  triliun rupiah  per tahun apabila dimanfaatkan tanpa terjadi peningkatan nilai tambah," ucapnya.

Selain itu kata Elly,  ekosistem Leuser memiliki potensi kandungan obat yang sangat besar  dan telah teruji digunakan sebagai obat secara tradisional selama puluhan tahun di Aceh.

"Hasil riset ini sayangnya belum ditindaklanjuti  secara serius untuk pemanfaatan bahan obat," kata Elly.

Berdasarkan  rumusan dari para pakar yang menjadi pembicara, secara umum seluruh pemateri mengungkapkan bahwa pemanfaatan Ekosistem Leuser sebagai sumber bahan baku obat-obatan merupakan sebuah keharusan, karena diperkirakan keunikan dari Ekosistem Leuser ini berpotensi menghasilkan bahan baku obat yang belum pernah ditemukan di dunia.

"Para pakar ini merekomendasikan untuk segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim periset yang handal dan fokus bekerja dalam jangka pnajang dalam rangka mewujudkan kemandirian bahan baku obat Indonesia," ujar Elly.

Sementara itu, Ketua DPRA, H. Dahlan Jamaluddin, S.IP juga menyampaikan pidato dalam webinar mengatakan, dirinya  menyambut baik dan sangat mendukung upaya yang dilakukan untuk memulai riset tersebut.

"Kegiatan ini sangat menarik dan mengundang minat peserta dari seluruh Indonesia yang mencapai 970 orang dari kalangan guru besar di berbagai disiplin ilmu dari universitas ternama di Inonesia," kata Dahlan.

Komentar

Loading...