Ketua PNA Lhokseumawe Dedi Safrizal Bantah Dirinya Ditahan

Ketua PNA Lhokseumawe Dedi Safrizal Bantah Dirinya Ditahan
Ketua PNA Lhokseumawe Dedi Safrizal. Foto: Dok. Pribadi

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com – Ketua DPW PNA Lhokseumawe Dedi Safrizal membantah dirinya telah ditangkap atau ditahan oleh polisi.

Menurutnya ia hanya dihadirkan ke Mapolres Lhokseumawe sebatas saksi karena sebelumnya sempat dilayangkan surat panggilan namun belum bisa hadir.

“Saya hanya dimintai keterangan sebagai saksi, itu kejadian sudah empat hari lalu. Kemudian muncul hari ini  karena ada yang ingin membesar-besarkan masalah,” kata Dedi  yang juga mantan Jubir KPA wilayah Pasee, Kamis (27/8/2020).

Ia juga menjelaskan perkara itu sudah diselesaikan dengan Saiful bin Ishak sebelumnya dirinya diperiksa di Mapolres.

“Hanya perkara utang 300 juta dan  sudah saya bayar. Uang itu  saya gunakan untuk kampanye saya pada Pileg lalu  dan  juga saya gunakan untuk kampanye Pilgub,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPP PNA Samsul Bahri alias Tiyong memastikan Dedi Safrizal tidak ditahan di Polres Lhokseumawe atas dugaan penipuan soal utang-piutang dengan seseorang.

Bahkan Tiyong mengirim foto selembar surat  kesepatan perdamaian antara Dedi dengan seseorang ke redaksi anteroaceh.com  pada Kamis (27/8/2020) pada pukul 16.28 WIB.

Surat itu dibuat pada  Selasa 25 Agustus 2020  sekitar pukul 21.00 WIB di sebuah tempat di Kota Lhokseumawe, menyebutkan pihak pertama Saiful bin Ishak (40)  warga Gampong Binje, Kecamatan Nisam, Aceh Utara dan pihak kedua Dedi Safrizal warga Dusun Keude Blang,  Gampong Blang Lancang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.

Kemudian disebutkan juga bahwa; 1. pihak kedua telah meminta maaf dengan niat baik kepada pihak pertama, 2. pihak kedua telah mengganti  semua kerugian materil kepada pihak pertama dan poin 3. pihak pertama bersedia mencabut laporan.

Kesepakatan damai itu disaksikan oleh tiga orang dan masing-masing membubuhkan tanda tangan, yakni  Geuchik Lancang Barat, Iskandar Muda Yusuf, H Munawar (saksi dari pihak pertama) dan Eliza Sari bin M Kasim Ismail (saksi pihak kedua).

“Itu bukti bahwa perkara Dedi telah selesai,  dan dibuat di Mapolres Lhokseumawe,” tulis Tiyong via pesan Whatsapp.

Komentar

Loading...