Ketua Gugat Ketua

Ketua Gugat Ketua

CERITA panjang tentang Partai Nanggroe Aceh (PNA) bak aliran sungai yang tak ada putusnya.

Baca juga: Siapa Benar ?

Semenjak menjadi partai pemenang bersama koalisi Irwandi-Nova pada Pilkada 2017 lalu partai lokal dengan warga khas oren itu seakan tak ada habisnya diperbincangkan.

Sempat memuncak saat Irwandi Yusuf menjadi Gubernur bahkan sang bintang oren itu dielus-eluskan bakal mendapat jumlah kursi fantastis di parlemen Aceh pada Pemilu 2019 karena Irwandi efek.

Tapi apalah daya, mimpi itu belum nyata sang Captain dijemput KPK.

Kini masih dibicarakan tapi bahasannya jauh bergeser yakni konflik internal yang tengah menderu PNA seakan tak ada ujungnya.

Dualisme pun telah terjadi.

Setelah saling pecat, babak baru pun dimulai.

Kemarin, Senin sang Captain mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Negeri Banda Aceh dengan tergugat Tiyong Cs.

Tiyong dan dua rekannya Miswar Fuady dan Machsalmina dinilai sudah menyalahi anggaran dasar partai dan melakukan aktivitas mengatas namakan partai diluar mekanisme.

Tujuh pengacara berkopeten diboyong, dari balik jeruji besi surat kuasa diberi demi sebuah keadilan, menurut Irwandi.

Agak menggelitik memang jika disebut, Ketua gugat Ketua.

Ya, penggugat dan tergugat sama-sama Ketua Umum di PNA menurut keyakinan masing-masing.

Irwandi Yusuf adalah Ketua Umum versi Mubes tahun 2017 sedang Tiyong Ketua Umum yang dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Bireuen pada pertengahan September 2019 lalu.

Akankah gugatan di PN Banda Aceh menyelesaikan polemik yang menguras energi itu ?.

Komentar

Loading...