Ketua DPRA Mengaku Tidak Pernah Minta Pengadaan Barang dan Jasa di Rumah Dinasnya

Ketua DPRA Mengaku Tidak Pernah Minta Pengadaan Barang dan Jasa di Rumah Dinasnya
Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin. Foto: IST

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dahlan Jamaluddin mengaku tidak pernah mengusulkan pengadaan kegiatan barang dan jasa di rumah jabatan Ketua DPRA yang ditempatinya.

Hal itu disampaikan Dahlan menanggapi viralnya sejumlah daftar pengadaan barang dan jasa pada rumah jabatan Ketua DPRA dengan harga yang fantastis.  

Dari daftar barang yang beredar itu paling murah kebutuhan rumah dinas Ketua itu senilai Rp. 12 juta untuk pengadaan jam dinding sedangkan paling mahal renovasi ruang tamu dan ruang tengah senilai Rp. 200 juta.

Bukan hanya itu, publik juga dihebohkan dengan harga pemasangan walpaper dinding dan lemari pakaian masing-masing seharga Rp. 150 juta. Bahkan untuk pemasangan ambal saja tembus Rp. 140 juta.

"Saya selaku ketua DPR memohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Dahlan Jamaluddin dalam konferensi pers, Senin (5/7/2021).

Selain permintaan maaf, Dahlan juga menegaskan bahwa pengadaan sejumlah barang tersebut bukanlah usulan atau permintaannya dan juga sama sekali tidak dikomunikasi terlebih dulu kepadanya selaku yang menempati rumah tersebut.

Memang beberapa minggu yang lalu, sebut Dahlan ada orang yang datang ke rumah untuk pemasangan walpaper dan karpet namun ia mengatakan tidak membutuhkannya.

Dahlan mengaku tiga atau empat hari yang lalu sebelum daftar pengadaan barang dan jasa tersebut viral di media sosial ia telah menyampaikan masalah tersebut kepada sekretariat DPRA supaya dikomunikasikan terlebih dahulu sesuai kebutuhan.

Kemudian lagi, Ketua DPRA mengatakan usulan tersebut disahkan di tengah dinamika politik pada tahun 2020 lalu dengan tenggat waktu yang sangat terbatas sehingga tidak terbedah dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan publik.

Dahlan mengaku sampai saat ini masih menunggu hal tersebut untuk dikomunikasikan kembali. Ia juga merasa pengadaan barang dan jasa di rumah jabatan Ketua DPRA tidak perlu dipaksakan untuk dilaksanakan.

"Tentunya saya menolak apalagi ini sudah menjadi polemik dan saya berpikir tidak membutuhkan itu," pungkas Dahlan Jamaluddin.

Iklan Bank Aceh Idul Adha 1442

Komentar

Loading...