Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kemana Anggaran Refocusing?

Kemana Anggaran Refocusing?

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat adalah, mengharuskan pemerintah daerah untuk melakukan perubahan anggaran. Biasanya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan perubahan di catur wulan terakhir tahun anggaran berjalan.

Kali ini, perubahan dilakukan di catur wulan kedua. Apalagi kalau bukan untuk penanganan Covid-19. Pergeseran anggaran itu juga tidak mewajibkan pelibatan DPRD.

Kelonggaran ini dapat dimaknai sebagai upaya memangkas birokrasi yang berbelit. Karena penanganan pandemi sifatnya mendesak. Jadilah, sejumlah anggaran di geser penggunaannya.

Kemanakah anggaran hasil refocusing itu pergunakan? Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota harus transparan. Jangan main-main dengan anggaran publik.

Dari beberapa penggunaan, salah satu yang harus diperhatikan adalah pentingnya tes masal. Baik itu rapid test maupun swab test.

Sejauh ini, beberapa daerah, masih memungut biaya disaat masyarakat ingin melakukan test. Pemerintah Daerah harus memperbanyak test publik. Disaat penerapan New Normal sudah berjalan, kita tidak boleh lengah.

Walau Aceh tidak menjadi daerah merah. Namun tetap  waspada. Pemerintah terus berupaya, agar penyebaran virus paling mematikan itu dapat dikendalikan.

Masing-masing pemda harus memiliki strategi penanggulangan. Pemerintah harus menjangkau sebanyak-banyak masyarakat untuk memastikan negative Corona. Test dapat dilakukan atas dasar rujukan rumah sakit, karena kecurigaan terhadap penyakit awal.

Bisa juga berdasarkan kebijakan pemerintah yang menetapkan tempat-tempat tertentu. Seperti warung kopi, rumah ibadah, pasar, dan seterusnya. Test juga dapat dilakukan atas kesadaran mandiri masyarakat.

Apapun alasannya, pemerintah harus menanggung biayanya. Pemda dapat menggunakan anggaran hasil refocusing. Karena, untuk melakukan uji mandiri membutuhkan nyali yang cukup.

Komentar

Loading...