Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kemacetan Panjang Akibat Proyek Gorong-gorong di Geudong Semakin Parah, Pengendara Minta Polisi Bertindak

Kemacetan Panjang Akibat Proyek Gorong-gorong di Geudong Semakin Parah, Pengendara Minta Polisi Bertindak

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Kemacetan panjang akibat  proyek gorong-gorong di depan masjid Malikussaleh, Geudong , Kecamatan Samudera, Aceh Utara semakin parah dan mengkhawatirkan. bahkan pada  Minggu (25/10/2020) sore,  dari arah barat, kemacetan  mencapai 10 kilometer lebih.

Kemacetan tersebut berlangsung lama. Berdasarkan keterangan warga seputaran jalan, deretan mobil, truk dan angkutan umum terjebak macet sejak siang hingga jelang maghrib. Kondisi itu juga sudah kerap terjadi, namun terparah kali ini.

“Sering macet panjang seperti itu, tapi biasanya setengah atau sampai satu jam. Sedangkan ini sampai beberapa jam, dan kemacetan sudah  terjadi sejak beberapa bulan lalu atau selama pembangunan gorong-gorong itu,”  sebut Junaidi warga Pasar Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. 

Sementara pengendara kendaraan bermotor berharap polisi dan aparatur berwenang turun tangan untuk menangani persoalan kemacetan tersebut. Karena sangat mengganggu aktivitas dan banyak waktu terbuang di jalan, terutama disaat jam-jam sibuk. 

“Kami pengguna jalan tidak mempersoalkan pembangunan gorong-gorong, tapi tidak seharusnya menimbulkan kemacetan setiap hari seperti ini, karena satu jalur harus buka tutup. Harusnya ada jalur alternatif lain  yang disiapkan rekanan, tapi tidak dilakukan,” jelas saifullah seorang guru asal Lhoksukon.

Ia meminta kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas atau mencari solusi lain agar tidak terjadi kemacetan hebat setiap hari. 

“Yang mengatur buka tutup di lokasi proyek bukan polisi, tapi warga atau pekerja proyek, akibatnya banyak kenderaan yang berani terobos antrian dan menyebabkan kemacetan bertambah,” katanya.

Belum lagi soal kendaraan darurat seperti ambulance atau pemadam kebakaran. Bisa-bisa pasien kritis yang segera sampai di rumah sakit rujukan bertambah parah karena harus tertahan di jalur tersebut.

“Tolong pihak berwenang, menyelesaikan masalah proyek ini. Apa kendalanya sehingga tidak dibuat jalur alternatif atau memang proyek ini butuh waktu lama, padahal ukurannya biasa saja , hanya jembatan kecil dan gorong-gorong,” kata pengendara lain.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...