Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Keluarga Pemuda Mengamuk di Lhokseumawe Sebut Pelaku Pernah Gorok Leher Sendiri, Terus Lari ke Puskesmas Minta Dijahit

Keluarga Pemuda Mengamuk di Lhokseumawe Sebut Pelaku Pernah Gorok Leher Sendiri, Terus Lari ke Puskesmas Minta Dijahit

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Boihaqi alias  Boi, penyerang mobil wartawan di Kota Lhokseumawe pada Minggu (6/9/2020) siang telah diangkut dengan ambulance Puskesmas Banda Sakti ke Banda Aceh untuk dirawat di RSJ, tak lama setelah diamankan di Mapolsek setempat.

Kabarnya, Boi alami gangguan jiwa sejak enam tahun lalu setelah ibunya meninggal dunia. Ayahnya juga sudah meninggal dunia. Adik  Boi, yakni Fahmi juga menderita gangguan jiwa, bedanya Fahmi tidak menggangu orang lain.

“Dia kepokanakan saya, ibu dan ayahnya telah meninggal sejak itu ia alami gangguan jiwa, adiknya juga begitu. Seperti ada keturunan itu, malah Pak Wa nyan  juga sama  pernah  mengamuk dan membacok orang di Geureugok Bireuen,” kata Fitriah, Mak Cik pelaku kepada anteroaceh.com di Mapolsek Banda Sakti.

Katanya, sejak sakit jiwa, Boi hanya pulang  untuk makan di rumahnya. Setelah itu pergi lagi. Terkadang dia juga menjual ikan. Tidak ada yang curiga kalau pria itu sakit jiwa bila sedang berjualan. Karena dia seperti orang normal lainnya.

Dulu lanjut Fitria, Boi pernah mengamuk  memukul orang hingga berdarah. Akhirnya keluarga terpaksa mengobati korban dan mengganti kerugian orang akibat ulah Boi.

“Dia seperti kumat, karena dia memang pengguna sabu. Saya curiga, uang yang didapatkan dari jualan ikan semuanya dibeli sabu. Saya memang tidak pernah melihat, tapi saya tau apa yang dilakukannya,” sebut Fitria sedih.

Parahnya lagi katanya, awal tahun 2019 lalu, keponakannya itu pernah gorok leher sendiri, kemudian lari ke Puskesmas minta dijahit.

“Digorok dengan pisau yang sering dipakai saat menjual ikan, tapi lukanya tak parah, setelah menggorok dia lari ke Puskesmas, sampai disana minta perawat jahit luka di lehernya, tak sanggup pikir lagi saya kelakuannya,” tambah Fitriah

Terkait kejadian di Jalan Pase, Fitrian mengaku hanya bisa pasrah, dirinya tidak punya uang untuk mengganti  kerusakan mobil orang. Kalaupun anak dari almarhum kakaknya itu diproses hukum dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Boihaqi (36) mengamuk dan merusak sejumlah mobil di Jalan Pase, Kota Lhokseumawe. salah satunya mobil wartawan Masriadi Sambo yang diparkir tidak jauh dari QBO Kupi tempat wartawan Lhokseumawe biasa kumpul

Tidak hanya itu Boi juga merusak mobil warga lainnya, termasuk masuk ke QBO kupi merusak meja keramik. Saat kejadian pengunjung kocar-kacir lari ketakutan, karena pelaku menentang parang. Pelakunya akhirnya disergap dan ditangkap massa saat berada di jalan Palapa. Tak lama kemudian polisi datang dan membawa pelaku Polsek setempat.

Komentar

Loading...