Kelapa Bakar Aneka Ragam Rempah, Laris Manis di Lhokseumawe

Kelapa Bakar Aneka Ragam Rempah, Laris Manis di Lhokseumawe
Zulfikar, pemilik kedai kelapa bakar, terlihat sedang memanggang kelapa di atas tungku api (Foto: Safrizal/anteroaceh.com)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH. com - Kota Lhokseumawe bisa dikatakan salah satu kota transit di Aceh yang menyajikan ragam kuliner. 

Hampir seluruh suduk kota ada café dan warung makanan. Salah satu lokasi favorit adalah  kawasan Stadion Tunas Bangsa, Desa Moungeudong, Kecamatan Banda Sakti.

Nah baru-baru ini ada jajanan baru dan sedang ramai dikunjungi warga, yaitu kedai kelapa muda bakar milik milik Zulfikar (33).  Letaknya di samping gapura masuk stadion. Satu-satunya kedai kelapa bakar di kota tersebut.

Saat disambangi anteroaceh.com, Rabu (23/12/2020) sore. Zulfikar terlihat sibuk dengan tungku api dan tumpukan kelapa di atasnya. Sedangkan beberapa pelanggan tampak santai menunggu hidangan dengan sabar di kedai yang hanya seluas 6 x 4 meter tersebut.

Penjelasan sang pemilik kedai, usaha dagang  kelapa muda bakar lumayan diminati , karena disajikan  dengan kepala muda pilihan, air kelapanya dibubuhi   racikan beragam ramuan rempah- rempah,  sehingga lebih nikmat dari kelapa bakar biasa. Uniknya lagi, sedotan air kelapa dibuat dari serai, sehingga rasa semakin khas dan natural.

Cara penyajian sangat sederhana, kepala muda dibakar sampai kulit terluar kelapa hangus selama dua jam . Setelah itu kulit yang telah hangus itu  dikupas hingga bersih. Selanjutnya, air kelapa dicampur rempah-rempah dan manisan gula aren. Pesanan juga bisa disesuaikan selera pelanggan.

“Alhamdulillah, saat ini pelanggan semakin bertambah. Awalnya banyak yang tidak tahu , kalau kepala yang dibakar saya sajikan dengan racikan rempah.  Tapi sekarang sudah banyak yang ketagihan, karena tidak hanya enak, namun juga sangat menyehatkan,” ungkap warga asal Gampong Utuen Kot, Muara Dua itu.

Wajar, selain ada racikan rahasia, Zulfikar juga  menambahkan jahe, madu, serai, gula aren dan daun pandan. "Untuk bahan rempah- rempahnya sendiri kita olah sesuai komposisi minat dan permintaan pelanggan sendiri," ujar pria yang akrab disapa Bang Jol kepada anteroaceh.com.

Zul sendiri mengaku  cara dia menyajikan  kelapa bakar dicampur rempah- rempah tersebut  diperoleh dari keluarganya secara turun temurun. 

Bicara omset, usaha yang telah telah ditekuni selama setahun ini sudah bisa menjadi penopang ekonomi keluarga. Per hari, Jol bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga jutaan rupiah.

Menurutnya adapun mayoritas pelanggan yang datang membeli kelapa bakar ketempat usahanya rata- rata mereka para pekerja kantoran sepulang melakukan aktivitas.

Untuk harganya sebuah kelapa muda bakar kata Zul, hanya dihargai  dari mulai Rp 10 sampai Rp 15 ribu perbuahnya.

"Pastinya untuk sebuah kelapa bakar dengan bahan campuran rempah- rempah dengan berbagai manfaat tidak membuat kantong bolong," ungkapnya ayah tiga anak itu.

Gita,  salah seorang penikmat kelapa muda bakar rempah dilokasi mengaku ketagihan dengan kesegaran air kelapa muda bakar perpaduan rempah- rempah tersebut. 

Wanita yang suka kuliner Aceh ini mengaku kepicut , karena kelapa muda bakar  diracik ala jahe, serai dan madu dengan tambahan daun pandan untuk menghasilkan aroma terapi. 

“Ngak tau bagi aku pribadi rasanya enak aja dibibir mulut aku, selain itu minuman itu juga sangat bagus untuk kesehatan tubuh kita, isi kelapa mudanya juga nikmat, dagingnya lebih gurih dan lemak," ungkap Gita girang.

Komentar

Loading...