Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kejati Sumut Telusuri  Dugaan Penyaluran Pupuk Subsidi Fiktif PT PIM

Kejati Sumut Telusuri  Dugaan Penyaluran Pupuk Subsidi Fiktif PT PIM
Ilustrasi. Foto: Waktoe.com

MEDAN, ANTEROACEH.com - Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sedang melakukan pemeriksaan dugaan penyaluran pupuk bersubsidi fiktif PT Pupuk Iskandar Muda (PIM),  yang dilaporkan  salah seorang distributor pupuk Manap Ganda Hutagalung.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada ANTEROACEH.com,  Kamis (9/1/2020) menerangkan, perkara tersebut masih dalam tahap pengumpulan bahan dan keterangan atau Pulbaket.

“Laporan itu masih dalam tahap Pulbaket belum masuk ke tahapan penyelidikan dan pemeriksaan masih terus kita lakukan,” jelas Sumanggar.

Sumanggar juga membenarkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dari PT PIM, namun hal itu masih sebatas pemanggilan untuk klarifikasi. “Perkara masih terus ditelusuri oleh tim intel,” singkatnya.

Sementara itu, Manap Ganda Hutagalung, pihak distributor pupuk PT PIM untuk wilayah Sumatera Utara menerangkan, dugaan penyaluran pupuk bersubsidi itu terjadi pada akhir Januari hingga Februari 2019.

Saat itu belasan distributor rekanan PT PIM  katanya, diminta menandatangani berita acara validasi verifikasi penyaluran ratusan ton pupuk  ke seluruh kios dan penyalur di Sumut.

Faktanya, kata Manap, yang disalurkan oleh PIM tidak merujuk pada berita acara tersebut. “Yang ditandatanangi 220 ton, namun yang disalurkan cuma 10 ton untuk 1 kabupaten,” sebut Manap seperti dirilis salah satu media online di Medan, pada Jumat 3 Januari lalu.

Kemudian lanjut, Manap, ada yang tandatangan sebanyak 355 ton namun yang disalurkan cuma 45 ton. “Penyaluran fiktif itu dilakukan PT PIM, seharusnya kami (distributor-red) mendapatkan ratusan ton untuk disalurkan ke petani, kenyataannya hanya puluhan ton,” ucap Manap.

Merasa dirugikan, Manap akhirnya melaporkan perkara itu ke Kejati Sumut pada 22 November 2019 lalu. Dia juga menyerahkan sejumlah bukti.

Komentar

Loading...