Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kejari Abdya Sudah Periksa Belasan Saksi dalam Kasus Dugaan SPPD Fiktif

Kejari Abdya Sudah Periksa Belasan Saksi dalam Kasus Dugaan SPPD Fiktif
Foto: Kepala Kejaksaan Negeri Abdya,

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com -Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Abdul Khadir SH. MH mengatakan, sa at ini pihaknya sudah memeriksa belasan saksi terkait kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif yang melibatkan 24 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK).

"Kita sudah meminta keterangan dari belasan saksi dalam kasus SPPD fiktif. Selain anggota dewan, dalam kasus ini juga terlibat intansi terkait lainnya," ungkap Kejari Abdya usai menghadiri acara HUT Bhayangkara ke-73 dilapangan bolak kaki Pantai Perak, Kecamatan Susoh, Rabu (10/7/2019).

Kejari menjelaskan, proses penyelidikan itu dilakukan usai mendapatkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Aceh tahun 2017, dimana dalam kasus tersebut ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1,3 milyar.

"Selain saksi, kita juga sudah meminta keterangan dari Sekretaris dewan, Sekda Abdya, Kepala Keuangan Kabupaten dan sejumlah saksi lainnya di lembaga DPRK," katanya.

Abdul Khadir menargetkan, kasus SPPD fiktif ini akan selesai dalam tahun ini. Dirinya juga meminta kepada elemen masyarakat dan media agar selalu mengawasi kasus tersebut.

"Kita lakukan sesuai prosedur dan aturan hukum dengan mengedepankan profesional bukan untuk mencari-cari kesalahan dan menzilimi orang lain," tegasnya.

Saat ini, lanjut Abdul Khadir, kasus tersebut sudah ditingkat fullbacket dan fulldata yang ditangani oleh tim intelijen dari Kejari Abdya.

"Kasus itu masih dalam kertas hijau, kalau sudah tertulis di kertas merah artinya masuk tahap penyidikan di Pidsus, jika sudah masuk ke Pidsus baru nanti kita tetapkan tersangka," terangnya.

Kejari mengaku, masih ada 6 orang lagi anggota dewan yang belum dilakukan pemeriksaan. Namun dipastikan dalam waktu dekat ini selesaikan.

"Tidak ada cerita mempetieskan kasus ini, semua yang berkaitan akan kita periksa, jika sudah memenuhi syarat langsung kita tingkatkan ke penyidikan," tutupnya.

Komentar

Loading...