Kecelakaan di Malaysia, Warga Abdya Butuh Biaya Rumah Sakit Rp 30 Juta

Kecelakaan di Malaysia, Warga Abdya Butuh Biaya Rumah Sakit Rp 30 Juta

BLANGPDIE,ANTEROACEH.com – Seorang warga Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)  yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dikabarkan mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kirinya patah.

Pria itu bernama Muhammad Yasir (41) warga Gampong Meurandeh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Abdya, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit (RS) atau Hospital Serdang, Jln Puchong, Kajang Selangor  Darul Ihsan.

Tokoh Aceh Malaysia, Bukhari saat dihubungi ANTEROACEH.com, Minggu malam (3/11/2019) membenarkan jika Muhammad Yasir hingga saat ini masih dirawat di Hospital Serdang akibat kecelakaan yang menimpanya saat pulang dari tempat kerja.

“Yasir yang berprofesi operator alat berat (Beko) mengalami tabrakan di persimpangan Bangi pertengahan antara Kinrara dan Kajang saat hendak pulang kerumahnya, akibat peristiwa naas itu suadara kita Yasir mengalami patah kaki, sementara badannya hanya mengalami lecet-lecet saja,” kata Buhkari.

Namun saat ini yang menjadi kendala dialami Yasir mengenai biaya keluar dirinya. Sebab kata Bukhari, biaya pengeluaran Yasir mencapai Rp 8.000 sampai 9.000 ringgit, jika dirupiahkan Rp 29 hingga 30 juta.

“Untuk sementara ini yang sudah kita kumpulkan baru mencapai Rp 2 juta lebih begitu, sedangkan menurut keterangan dari Dokter Yasir harus keluar dari Hopital sekira tanggal 5 atau 6 bulan ini,” jelasnya.

Bukhari berharap kepada dermawan atau pihak-pihak tertentu untuk sudikiranya membantu saudara Yasir agar beban yang dialaminya bisa berkurang. Apalagi, kata dia, kondisi kaki kiri korban hingga saat ini belum bisa bergerak.

“Saya merasa prihatin dan iba melihat kondisi saudara kita Yasir. Oleh karena itu saya berharap ada bantuan dari dermawan maupun pemerintah Aceh untuk mau membantu Yasir,” pungkasnya.

Sementara itu, Muhammad Yasir dalam sebuah video berdurasi 3 menit yang dikirim oleh Bukhari kepada ANTEROACEH.com, memohon sangat kepada Pemerintah Aceh sudikiranya membantu biaya pengeluaran dan biaya pengobatan dirinya.

“Karena kalau Rp 1.000 atau 2.000 Insyaallah kami mampu, akan tetapi kalau sudah mencacah Rp 8.000 hingga 9.000 jujur kami tidak mampu, oleh karena itu saya berharap agar sudikiranya untuk dibantu,” katanya dengan nada lesu dan penuh pengharapan.

Keterangan foto : Screnshoote video saat Tokoh Aceh Malaysia, Bukhari menjenguk pasien kecelakaan di Hostpital Serdang, Malaysia/Ilyas

Komentar

Loading...