Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Balai Pengajian Ponpes Nur Yaqdhah Labuhanhaji Barat

Kebakaran Hebat Hanguskan Puluhan Balai Pengajian Ponpes Nur Yaqdhah Labuhanhaji Barat

Tapaktuan, Antero Aceh - Kebakaran hebat hanguskan puluhan rangkang dan balai pengajian pondok pesantren Nur Yaqdhah yang terletak di Gampong (Desa) Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Senin (4/6/2018) sekira pukul 00.20 WIB dini hari.

Pimpinan pondok pesantren Nur Yaqdhah, Tgk. Sukri Waly, mengatakan tidakada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena semua santri sedang libur, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Sekarang lagi libur, semua santri pulang ke kampung halaman masing - masing," demikian tandasnya.

Sementara seorang guru pengajar di Ponpes Nur Yaqdhah, Tgk. Basri mengatakan sampai saat ini belum bisa dipastikan peyebab kebakaran, namun dugaan sementara kebakran terjadi karena konsleting arus pendek listrik.

"Saat kejadian saya berada dilokasi. Sumber api diduga berasal dari konsleting arus pendek listrik," ujar Basri

Dikatakannya, saat terjadi kebakaran masyarakat bersama TNI-Polri saling bahu membahu berjibaku menjinakkan si jago merah.

Mereka melakukan upaya pemadanan secara manual dibantu petugas pemadam kebakaran yang juga mengerahkan unit mobil pemadam.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.Stp bahwa penyebab sementara diduga karena arus pendek listrik.

Menurutnya, karena bangunannya terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan melahap bilik serta balai pengajian.

Dia mengaku saat mendapat informasi kebakaran pihaknya langdung mengerahkan tiga unit armada pemadam kebakaran ke lokasi, namun karena kobaran api terus membesar sehingga menghanguskan bangunan pesantren.

"Api baru apat dipadamkan sekitar pukul 01.20 dini hari, dan kemuadian pada pukul 2 lokasi dapat di netralkan dan dinyatakan aman secara keseluruhan," tutup Cut Syazalisma (*)

Komentar

Loading...