Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kasus Pembunuhan Warga Aceh Selatan di Malaysia, Polisi Mulai Periksa Saksi

Kasus Pembunuhan Warga Aceh Selatan di Malaysia, Polisi Mulai Periksa Saksi

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Polisi Kerajaan Malaysia sedang mengusut perkara dugaan pembunuhan Zulman (30), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gampong Lawe Cimanok, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan.

Hal itu diungkap Abu Saba, ketua salah satu perkumpulan masyarakat Aceh di Malaysia kepada anteroaceh.com via pesan WhatsApp beberapa hari lalu. 

Menurut pria itu, kematian Zulman murni kasus pembunuhan dan sejumlah saksi sudah dipanggil pihak kepolisian Diraja. 

“Ini murni pembunuhan, saksi dari kita (rekan korban) juga sudah dipanggil polis,” terangnya dalam pesan itu.

Saat ditanya kronologi kejadian dan penyebab sehingga Zulman tega dibacok oleh TKI lain, namun  bukan asal Aceh, Abu Saba menolak berbicara, karena hal itu dianggap tidak perlu diungkap ke publik.  

“Bagaimana kejadiannya tidak perlu diungkap ke publik, yang pasti perkara sedang diusut polis,” terangnya lagi.

Sebelumnya dikabarkan Zulman ditikam hingga meninggal dunia oleh TKI lainnya saat sedang bekerja di Malaysia. Kejadian itu sepekan setelah korban pulang ke kampung untuk menikah.

Camat Kluet Timur, Moeriadi membenarkan kabar tersebut namun ia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kronologi kejadian. 

Dikatakannya Zulman merupakan warganya yang sudah lama bekerja di Malaysia dan sempat pulang kampung untuk menikah beberapa waktu lalu. Seminggu setelah menikah, ia memutuskan untuk kembali ke negari Jiran.

 "Secara kronologis pasti kita belum bisa konfirmasi dengan Negara Malaysia. Saat ini Bupati dan Sekdakab Aceh Selatan sedang berusaha untuk mencari data kejadiannya seperti apa namun karena hari ini libur ya," ucap Moeriadi saat dikonfimasi anteroaceh.com via selular, Sabtu (19/9/ 2020).

 Ia melanjutkan, pelaku dugaan pembunuhan TKA tersebut dikabarkan melarikan diri. Namun demikian, kasus tersebut dikatakan Moeriadi sedang ditangani oleh pihak Kepolisian Selangor Malaysia dan diperkirakan penyelidikan atau penyidikan yang dilakukan akan selesai pada hari Senin mendatang.

"Salah seorang staf Anggota DPD Haji Uma juga sudah berada di sana dan sedang berusaha mengurus proses pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya," tambah Moeriadi. 

Namun, lanjutnya terdapat kendala terkait cargo pengiriman peti jenazah. Dari keterangan awal yang diterima pihaknya proses pengiriman peti jenazah baru bisa dilakukan selama dua puluh hari lamanya. 

"Terbukti juga di hari ini ada dua peti jenazah warga Bireun yang belum terkirim dan baru bisa dikirim pada tanggal 14 Oktober nanti," terangnya.

 Ia meminta kepada pihak keluarga korban agar bersabar karena pemerintah saat ini terus berupaya untuk mempercepat proses pemulangan jenazah korban sesuai permintaan keluarga

Komentar

Loading...