Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kasus Nelayan Aceh Utara Penyelamat Rohingya, Dilimpahkan ke Jaksa 

Kasus Nelayan Aceh Utara Penyelamat Rohingya, Dilimpahkan ke Jaksa 

LHOSUKON, ANTEROACEH.com - Masih ingat dengan Faisal (43) nelayan asal Aceh Utara penyelamat 112 etnis Rohingya yang nyaris tenggelam di tengah laut  Seunuddon, Aceh Utara pada 25 Juni 2020 lalu, ternyata kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lhoksukon oleh penyidik Polda Aceh, Kamis (18/2/2021) siang.

Nelayan asal Dusun Cot Jaya, Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktia Barat, Aceh Utara juga diserahkan bersama tiga tersangka lain dalam  kasus sama, yakni Shahad Deen  (37) pria etnis Rohingya berstatus WNA Myanmar, saat ini berdomisili  di Hotel Pelangi, jalan Jamin Ginting, Pancur Batu, Kota Medan.

Kemudian, Afrizal  alias Raja (25) asal Gampong Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara dan Abdul Azis  (34) nelayan asal Dusun Paloh Pala, Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhoksukon, Pipuk Firmansyah membenarkan telah menerima berkas tahap kedua  kasus dugaan tindak pidana penyelundupan manusia tersebut. Berkasnya diterima langsung oleh  Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Yudi Permana SH dan JPU Simon SH,  Muliadi SH dan Hari Citra Kesuma SH.

“Setelah berkas pemeriksaan terhadap para tersangka dinyatakan lengkap oleh Kejati Aceh, maka kasus ini langsung berstatus P21 dan diserahkan ke kita untukm proses peradilan nanti. Kasus ini dilimpahkan ke sini karena dugaan tindak pidana yang dilakuka empat tersangka terjadi di Aceh Utara,” ungkap Pipuk.

Katanya sejumlah barang bukti juga ikut diserahkan, masing-masing  KM Nelayan  2017-811 berbobot 10 GT, warna biru  milik Koperasi Samudera Indah. Kondisi kapal sudah rusak, saat ini masih ditambat di Kota Lhokseumawe. kemudian 1 GPS MAP 585, hitam merek Garmin, Tiga Hp   Vivo  dan  dua buku rekening bank.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 120 ayat (1) Undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana ancaman penjara maksimal 15 tahun dan pidana denda paling sedikit 500 juta rupiah.

Dalam berkas  berita acara pemeriksaan disebutkan Faisal Cs   diduga menyelundupkan  112 etnis Rohingya pada 25 Juni 2020 lalu dari kawasan peraiaran Seunuddon, Aceh Utara  ke pinggir pantai Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara pada 25 Juni 2020.

Sebelumnya  Faisal mengaku nekat membantu atas dasar kemanusian, apalagi saat itu   kapal kayu yang ditumpangi 15 orang laki-laki dewasa, 49 orang perempuan dan 30 orang anak-anak etnis Rohingya  itu akan tenggelam.

Ia juga terpaksa merelakan sejumlah bahan makanan untuk melaut beberapa hari kepada pengungsi yang saat itu terlihat sangat kelaparan dan kehausan. 

Saat ini sebagian kecil pengungsi tersebut masih ditampung di bekas gedung BLK kandang Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua , Kota Lhokseumawe dibawah perlindungan UNHCR dan pegawasan Satgas Rohingya Pemko Lhokseumawe.

Iklan HPN Bank Aceh dan Pemkab Abdya

Komentar

Loading...