Kasus Lalu Lintas Paling Banyak Terjadi di Aceh Timur Sepanjang Tahun 2020

Kasus Lalu Lintas Paling Banyak Terjadi di Aceh Timur Sepanjang Tahun 2020

IDI, ANTEROACEH.com - Sepanjang tahun 2020, kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Aceh Timur tergolong tinggi dan menjadi perhatian khusus Kapolres Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, didampingi Wakapolres Kompol Warosidi menyebutkan berdasarkan data dari Satlantas, kejadian lakalantas bertambah sebanyak 57 kasus menjadi 445 kasus dibandingkan tahun 2019 lalu yang hanya 388 kejadian.

Namun demikian, untuk korban jiwa maupun kerugian materi dilaporkannya justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk tahun ini korban meninggal dunia sebanyak 60 orang, luka berat 50 orang dan luka ringan 566 orang dengan jumlah kerugian materi mencapai 600 juta lebih," ucap  AKBP Eko Widiantoro dalam konferensi pers akhir tahun 2020, Kamis (31/12/2020).

Kemudian lagi, Kapolres juga menyampaikan pada tahun 2020, Laporan Polisi (LP) juga ikut mengalami penurunan sebanyak 95 LP menjadi 355 LP dengan tingakat penyelesaian perkara mencapai 94,4 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 71,6 persen.

“Tidak ada kasus yang menonjol pada tahun ini. Beberapa kasus yang mendominasi pada Satuan Reserse dan Kriminal adalah penganiayaan ringan sebanyak 47 LP disusul pencurian biasa 41 LP kemudian curanmor 30 selanjutnya penggelapan 28 LP, kejahatan asusila/cabul 22 LP, penipuan 18 LP dan KDRT 10 LP," sebut Kapolres.

Kemudian lanjutnya, satu kasus KSDA  terdapat satu ekor gajah mati, lalu pada Unit Tindak Pidana Korupsi juga menangani satu kasus yakni masalah penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan Alokasi Dana Gampong bahkan kasus tersebut sudah P21.

Terkait kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika di tahun 2020 ini juga mengalami penurunan walaupun barang bukti yang diamankan mengalami kenaikan. Ada sebanyak 78 kasus yang ditangani dengan rincian 68 kasus sabu dan 10 kasus ganja.

"Adupun jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 99 orang yang terdiri dari 96 pria dan 3 wanita, dengan jumlah barang bukti seberat 91.741,89 gram sabu, 665,79 gram ganja dan 8  butir pil ekstasi,” ungkap Kapolres.

Menurutnya, pada tahun ini terdapat dua pengungkapan dengan hasil penyalahgunaan narkotika yang cukup besar, yaitu di pertengahan April 2020 di wilayah Julok dengan barang bukti jenis sabu yang diamankan seberat 45.007,55 gram bersama lima tersangka yang mana kasus tersebut sudah tahap dua.

“Pada akhir November 2020 Satreskrim Polres Aceh Timur kembali berhasil mengungkap narkotika jenis sabu di wilayah Nurussalam dengan barang bukti jenis sabu seberat 46.000,7 gram berikut satu orang tersangka dan sepucuk senjata laras pendek jenis Revolver, namun demikian belum bisa kami publish karena masih dalam pengembangan,"  pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.

Komentar

Loading...