Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kasus Korupsi Proyek Muara Jetty  Rubek Meupayong Abdya Segara Dilimpahkan ke Kejari  

Kasus Korupsi Proyek Muara Jetty  Rubek Meupayong Abdya Segara Dilimpahkan ke Kejari  
Foto: Konferensi pers yang dilaksakan Polres Abdya terkait kasus korupsi pembangunan muara Jetty Rubek Meupayong

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Berkas MD (51) tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan muara Jetty Rubek Meupayong  yang terletak di Gampong Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya (Abdya) akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) 

MD selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga merupakan mantan Kepala Bidang (Kabid) Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) ditahan Polres Abdya atas dugaan kasus korupsi pembangunan muara Jetty Rubek Meupayong, dengan nilai anggaran mencapai Rp 2.303.264.000 miliar tahun 2016.

Satresreskrim Abdya menahan tersangka berdasarkan laporan polisi Nomor : LP-A/20/VII/2019/Reskrim tanggal 01 Juli 2019, tentang dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pembangunan Jetty Rubek Meupayong Tahun anggaran 2016.

Kepolres Abdya, Moch Basori dalam konferensi pers di Aula Polres Abdya, Kamis (10/10/2019) mengatakan, kegiatan pekerjaan pembangunan Jetty Rubek Meupayong tahun anggaran 2016, dikerjakan oleh MN selaku pelaksana CV. Aceh Putra Mandi, yang saat ini sedang menjalani hukuman setelah putusan tetap pengadilan, ia merugikan Negara hingga Rp 468.600.909.09 miliar.

"Pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan ditemukan pekerjaannya yang tidak sesuai volume kontrak, sebagaimana dituangkan pada asbuilt drawing (gambar) dengan justufikasi Teknis (Kubikasi pekerjaan) dikarenakan PPK tidak dapat mengendalikan kontrak surat perjanjian kerjasama pekerjaan konstruksi/kontrak Nomor :602.1/15/SKPK/OTSUS/P-PU/2016 tanggal 23 Mei 2019," jelas Kapolres Abdya.

Adapun barang bukti, kata Basori, yakni dokumen daftar pelaksanaan anggaran, dokumen berita acara penerima hasil pekerjaan (PHO), dokumen bukti pembayaran pekerjaan dan dokumen serta surat-surat lainnya sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan Jetty Rubek Meupayong tahun anggaran 2016.

Atas perbuatannya, kata Kapolres Abdya, tersangka diduga telah melanggar pasal 2 Ayat (1) dan pasal 31 Jo pasal 18 Ayat (1) huruf a, b ayat (2), ayat (3) Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta kemudian paling banyak Rp 1 miliar.

"Dalam waktu dekat ini kita akan menyerahkan tersangka bersama barang bukti ke pihak kejaksaan negeri Abdya untuk dilimpahkan ke pengadilan," pungkasnya.

Komentar

Loading...