Kasus Covid19 di Aceh Meningkat, Kabar Terbaru 15 Orang Meninggal Dunia

Kasus Covid19 di Aceh Meningkat, Kabar Terbaru 15 Orang Meninggal Dunia
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (Foto: Biro Humas Pemerintahan Aceh)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Kasus harian Covid-19 di Aceh naik lagi setelah sempat turun di bawah 200 kasus dalam tiga hari terakhir. Kasus terbaru positif Covid-19 dilaporkan 226 orang, sembuh 114 orang, dan 15 orang meninggal dunia. 

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh targetkan hasil swab dapat diperoleh kurang dari 24 jam.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Rabu (9/6/2021) dini hari.

“Satgas Penanganan Covid-19 Aceh sudah tetapkan kuota sampel harian supaya hasil pemeriksaan swab dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dapat diperoleh kurang dari 24 jam, sejak Oktober 2020,” katanya.

Juru Bicara yang familiar dengan panggilan SAG itu menjelaskan, pada 15 Oktober 2020, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Aceh menyurati Para Bupati/Walikota se-Aceh untuk mempercepat pelayanan pemeriksaan sampel (swab) Covid-19 supaya hasilnya keluar kurang dari 24 jam.

Melalui surat yang sifatnya segera bernomor 440/14872 tentang Pemeriksaan Sampel Covid-19 dengan test RT-PCR itu, Pemerintah Aceh telah menetapkan kuota sampel swab harian dan jadwalnya tiap kabupaten/kota, serta lengkap dengan alur perjalanan sampel, sejak pengambilan swab hingga keluar hasilnya, kurang dari 24 jam, urai SAG.

Ia mencontohkan Kabupaten Nagan Raya. Kuota harian bagi Nagan Raya sebanyak 20 sampel swab. Pengambilan swab dilakukan pada pukul 09.00 – 11.00 WIB. Pengiriman ke Satgas Covid-19 Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh pukul 11.30 WIB. Diperkirakan, Dinkes menerima sampel itu pukul 16.00 WIB, dan diteruskan ke Laboratorium pada 16.20 WIB.

Laboratorium RT-PCR di Banda Aceh akan melakukan proses pemeriksaan dari pukul 17.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Bila semua proses berjalan lancar, hasil pemeriksaan swab tersebut dapat keluar pada pukul 21.30 WIB pada hari yang sama, mulai pengambilan swab, pengirimannya ke laboratorium, hingga diperoleh hasilnya, jelas SAG.

Selain menetapkan kuota sampel, alur, dan penjadwalannya, Pemerintah Aceh juga menetapkan ketentuan teknis pelaksanaannya agar tenggat waktu itu dapat dipenuhi. Pertama, melakukan booking H-24 jam melalui call center Posko Covid-19 Dinkes Aceh Telp 0651-22118, sebelum pengambilan sampel sesuai kouta harian.

Kedua, memastikan sampel yang diambil sesuai booking dan dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan agar hasil pemeriksaan laboratorium keluar dalam waktu kurang dari 24 jam. Ketiga, Pengiriman sampel Covid-19 dialamatkan kepada Posko Covid-19 Dinkes Aceh, Jl T Syarief Thayeb, Banda Aceh, telp. 0651-22118.

“Satgas Covid-19 kabupaten/kota hendaknya melihat kembali ketentuan tentang kuota dan penjadwalan sampel swab yang telah ditetapkan Pemerintah Aceh tersebut untuk menekan kasus baru positif Covid-19 dan menghentikan penularan virus corona,” tutur SAG.

Apabila Satgas Covid-19 kabupaten/kota membutuhkan informasi dan koordinasi lebih lanjut terkait dengan kuota, dan penjadwalan pengambilan, pengiriman, dan pemeriksaan sampel swab tersebut, dapat menghubungi Kepala UPTD Laboratorium Daerah Aceh, dr Hasnani, M.Kes HP/WA : 0811685401, tambahnya.

Data akumulatif
Selanjutnya ia mengatakan, bila kita lihat secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per 9 Juni 2021, telah mencapai 16.578 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak 12.610 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.320 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 648 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru sebanyak 226 orang dalam 24 jam terakhir, yang meliputi warga Banda Aceh 54 orang, Aceh Besar 44 orang, Bireuen 30 orang, Pidie 21 orang, Nagan Raya 11 orang, dan warga Lhokseumawe 10 orang.

Kemudian warga Pidie Jaya delapan orang, warga Gayo Lues, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Selatan, sama-sama lima orang. Selanjutnya warga Aceh Tengah dan Aceh Barat masing-masing empat orang.

Berikutnya warga Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Jaya, Aceh Timur sama-sama tiga orang. Lebih lanjut warga Aceh Tamiang dua orang serta Langsa, dan Simeulue, masing-masing satu orang. Sedangkan sembilan lainnya warga luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah 114 orang, yakni warga Pidie sebanyak 86, Simeulue 10 orang, dan warga Aceh Tengah enam orang. Kemudian warga Aceh Besar dan Pidie Jaya masing-masing lima orang. Terakhir, warga Sabang sebanyak dua orang.

“Korban yang meninggal dunia bertambah lagi sebanyak 15 orang,” katanya.

Kelima belas penderita Covid-19 yang dilaporkan meninggal itu meliputi warga Pidie sebanyak sembilan orang, Aceh Utara dan warga Banda Aceh sama-sama dua orang. Sementara dua lagi masing-masing satu warga Bener Meriah, dan satu warga Nagan Raya.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 834 orang, meliputi 732 orang selesai isolasi, 22 orang isolasi di rumah sakit, dan 80 orang meninggal dunia. Kasus probable yaitu kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.508 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.231 orang, sedang isolasi di rumah 207 orang, dan 70 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.

Komentar

Loading...