Kasus Aplikasi PIKA Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan 

Kasus Aplikasi PIKA Ditingkatkan ke Tahap Penyidikan 

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) meningkatkan status kasus dugaan tindak pidana korupsi pada program pembangunan sitem informasi terpadu pusat industri kreatif Abdya (PIKA) senilai Rp. 1,3 miliar menjadi tahap penyidikan.

"Ia benar, kasus dugaan korupsi aplikasi PIKA sudah masuk tahap penyidikan umum," ungkap Kejari Abdya, Nilawati, melalui Kasi Intel Feri Dinata Ginting kepada anteroaceh.com, Jum'at (7/5/2021).

Ia menjelaskan, peningkatan status kasus PIKA berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor : PRINT:174/L.1.28/Fd.1/04/2021.

"Penyelidikan akan dilaksanakan oleh tim Jaksa penyelidik pada bidang tindak pidana khusus  yang selanjutnya dilimpahkan kepada tim jaksa penyidik bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Abdya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Abdya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) telah melounching aplikasi tokopika.com yang menghabiskan anggaran mencapai Rp.1,3 miliar. 

Setelah dilounching oleh Bupati Akmal Ibrahim pada pertengahan Desember 2020 aplikasi itu menjadi sorotan sejumlah pihak karena anggaran yang dihabiskan dinilai terlalu besar.

Proyek PIKA dikerjakan oleh PT Karya Generus Bangsa yang beralamat di Centennial Tower Lt 29 Unit D-E Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 24-25 Kel. Karet Semanggi Kec. Setiabudi Kota Adm. Jakarta Selatan Prop. DKI Jakarta.

Kejari telah melakukan proses penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi mulai dari Kadis Perindagkop, Pokja dan Ahli IT, bahkan jaksa juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap PPK, PPTK, Bendahara Disperindagkop dan rekanan proyek aplikasi PIKA.

Komentar

Loading...