Kasie Kesbangpol Bireuen Dianiaya Ajudan Sekda

Kasie Kesbangpol Bireuen Dianiaya Ajudan Sekda

BIREUEN, ANTEROACEH.com - Seorang pejabat di Bireuen dianiaya hingga luka memar di kepala oleh oknum ajudan Sekdakab Bireuen di kantor bupati setempat, Selasa (18/7/2021).  Insiden memalukan itu terjadi saat korban hendak menghadap Sekda untuk mengklarifikasi soal korban merekam video kerumunan ASN tidak pakai masker.

Akibat kejadian itu, korban Adli SE yang menjabat Kepala Seksi Antar Lembaga di Badan Kesbangpol Bireuen harus mendapat pengobatan medis akibat luka memar. Selain itu korban masih menunggu niat baik pelaku yang notabene lulusan IPDN untuk meminta maaf sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi.

Saat dihubungi anteroaceh.com Adli mengaku kejadian itu berawal saat ia diperintahkan Kepala Kesbangpol,  Zaldi untuk menghadap Sekda, kemudian ia buru-buru menuju ke kantor bupati untuk menemui Sekda di ruang Asisten II. Kebetulan saat itu pak Sekda sedang tidak di tempat, namun dalam ruang itu semacam ada rapat yang dihadiri oleh beberapa pejabat.

“Saat itu saya buka pintu saya tidak lihat tidak ada pak Sekda, hanya ada beberapa pejabat lain, kemudian saya tutup lagi pintunya dan menunggu di lobi. Tak lama kemudian muncul ajudannya tanpa basa basi langsung memukul saya, saya tidak melawan hanya berusaha menolaknya agar tidak dipukul lagi,” aku Adli.

Ia mengaku sejumlah pejabat yang sebelumnya berada di ruang asisten II keluar setelah mendengar keributan itu, kemudian melerai.

“Banyak keluarga saya lulusan IPDN tapi tidak arogan seperti oknum ajudan itu. Saya juga  heran mengapa dia memukul saya, saya juga  merasa tidak punya sengketa apapun dengan pelaku,” terangnya.

Adli berencana  mengadukan kasus penganiayaan tersebut ke pihak polisi, ia telah mengambil hasil periksa medis sebagai bahan laporan. Namun saat ini ia masih menunggu niat baik pelaku untuk meminta maaf.

“Besok saya disuruh hadir di kantor bupati untuk proses mediasi agar perkara ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Saya akan datang, namun bila proses mediasi berlangsung  tidak sesuai harapan, maka  saya akan tuntut secara hukum,” ucapnya.

Hal itu sengaja dilakukan sebagai efek jera bagi pelaku dan peringatan bagi ajudan-ajudan pejabat lainnya agar tidak bersikap arogan terhadap siapapun.

Rekam ASN Kumpul Tak Bermasker
Adli menjelaskan pada Senin (17/5/2021) atau hari pertama masuk kantor paska libur Idul Fitri ia sengaja merekam ASN yang berkumpul di kantin kantor bupati tanpa memakai masker.  Rekaman itu sebagai bahan laporan ke atasan.

“Saya bekerja di Kesbangpol, saya ingin melapor ke atasan saya bahwa ASN tidak bermasker saat berkumpul tanpa jaga jarak, pastinya sebagai bahan evaluasi. Bagaimana kita ingin menyalahkan masyarakat yang tidak patuh Protkes, sedangkan aparatur negara juga tidak patuh,” ungkapnya.

Katanya gara-gara rekaman itu ia sempat ditegur oleh atasannya, dan akhirnya diperintahkan menghadap Sekda.  

“Apakah ajudan itu memukul saya  karena motif  rekaman itu, saya tidak tahu. Pastinya saya dianiaya saat hendak menemui Sekda soal video tersebut. Kabarnya juga pelaku memang kerap bersikap arogan,” pungkas Adli.

Komentar

Loading...