Kalimat Kajari Lhokseumawe “Hasil Audit BPKP Bisa Diabaikan” Indra Khaira Jaya; Resiko Ditanggung Pengabai 

Kalimat Kajari Lhokseumawe “Hasil Audit BPKP Bisa Diabaikan” Indra Khaira Jaya; Resiko Ditanggung Pengabai 
Kantor BPKP RI perwakilan Aceh di Banda Aceh. Foto: analisaaceh.com.

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh akhirnya menanggapi pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis SH yang menyebutkan “Hasil Audit BPKP bisa Diabaikan dan Auditor Tidak Periksa Objek dari Proyek Batu Gajah  Cunda Meuraksa”

Baca: Kajari Lhokseumawe Sebut Hasil Audit BPKP Bisa Diabaikan

Kalimat tersebut terlontar dari mulut Kajari saat menerima audiensi 8 mahasiswa yang berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan di Lancang Garam, Lhokseumawe pada Rabu siang lalu.

Kepala BPKP Perwakilan Aceh Indra Khaira Jaya mengaku tidak mau menanggapi jauh soal pendapat jaksa tersebut. Menurutnya, ada resiko yang akan ditanggung bila pihak penegak hukum tidak mau menggunakan hasil audit investigasi  perkara dugaan korupsi tersebut.

“Permasalah itu  tidak perlu saya tanggapi, pastinya  siapa yang mengabaikan,  risiko ya ditanggung yang  mengabaikan,” kata Indra kepada anteroaceh.com, Sabtu (26/6/2021).

Kemudian terkait  auditor BPKP yang tidak melakukan pemeriksaan objek proyek Batu Gajah. Indra dengan tegas menyebutkan BPKP tidak perlu melihat fisik pekerjaan tersebut, karena tidak ada dasar untuk dilakukan pemeriksaan.

“Auditor memiliki prosedur dalam setiap proses auditnya, jika proses pelelangannya melanggar aturan, proses pelaksanaannya melanggar aturan, proses pembayarannya juga melanggar aturan, proses akuntabilitas pekerjaannya melanggar aturan. Maka tidak diperlukan pemeriksaan fisik. Karena  dasar pelaksanaan fisik nya tidak ada, apalagi pelaksanaannya direkayasa,” tegas Indra.

Hasil audit investigasi yang telah dikeluarkan pihaknya, kerugian negara yang didapatkan dari proyek fiktif Batu Gajah Cunda-Meuraksa tahun 2020 senilai Rp 4,3 miliar. 

“Itu baru audit investigasi,  masih ada tahapan berikutnya audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN). Tahapan ini bisa dilaksanakan setelah kasus masuk ke tahap penyidikan,” pungkasnya.

Berita sebelumnya, dalam pertemuan dengan mahasiswa dan wartawan pada Rabu (23/6/2021) kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis SH mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan intelijen, proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa 2021 tidak fiktif. Karena fisik pekerjaannya ada. 

Ia menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan sebelum proses lelang. Kemudian terjadi permufakatan sehingga proyek itu dimenangkan oleh rekanan yang sebelumnya sudah mengerjakan proyek. Terkait hasil audit BPKP, Mukhlis menyebutkan bisa diabaikan.

Komentar

Loading...