Kalah Judi Hingga Rp 400 Juta, Wanita Ini Mengaku Dirampok

Kalah Judi Hingga Rp 400 Juta, Wanita Ini Mengaku Dirampok
Foto: Dok Hi!Pontianak

ANTEROACEH.com - Pada Jum’at 1 Oktober 2021 lalu, warga Sintang, Kalimantan Barat dihebohkan dengan pengakuan warga yang mengaku kehilangan uang di mobil sebanyak Rp 300 juta di Pasar Sungai Durian, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu. Uang itu diklaim hilang karena perampokan. 

Informasi tersebut dengan cepat menyebar melalui WhatApps Grup (WAG). Bahkan, ada beberapa akun informasi di Kalbar menyebarkannya melalui media sosial seperti Instagram maupun Facebook, tanpa melakukan verifikasi lebih lanjut.

Ternyata, setelah dilakukan penyelidikan dan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh pihak kepolisian, pelaku mengaku berbohong.

“Setelah kita melakukan penyelidikan dan cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ada indikasi uangnya hilang. Pelaku juga mengakui bahwa dia berbohong,” kata Kapolsek Sintang Kota Iptu Sutikno, Sabtu (2/10) malam.

Merespon pengakuan pelaku yang mengaku berbohong, Polsek Sintang Kota kemudian merekam pengakuan yang bersangkutan, kemudian diposting di media sosial.

“Saya S, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa kejadian perampokan tanggal 1 Oktober 2021 sekitar pukul jam 2 sore di Pasar Sungai Durian Sintang, tidak bener kejadian tersebut. Hanya karangan saya semata. Dan saya menyesali perbuatan saya. Mohon maaf pada masyarakat,” kata S dalam rekaman video yang diposting akun instagram @polsektasintang.

Sutikno mengungkapkan, pelaku berinsial S merupakan warga Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. 

Motif pelaku berbohong karena yang bersangkutan kehabisan uang karena kalah berjudi. Bahkan dari pengakuannya ia mengaku menghabiskan uang Rp 400 juta untuk berjudi online.

“Uangnya habis untuk main judi togel. Sementara uang yang digunakan untuk berjudi tersebut milik orang lain. Karena sudah menggunakan uang orang lain tanpa izin untuk berjudi hingga habis ratusan juta, maka dibuatkan alibi seolah-olah uangnya hilang dirampok. Padahal semua itu bohong. Uangnya tidak ada karena sudah habis dipakai berjudi,” jelas Kapolsek Sintang.

Untuk menyelesaikan permasalahan itu, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah penggunaan uang tanpa izin secara kekeluargaan dengan membuat surat pernyataan.

Komentar

Loading...