Kadishub Aceh Siap Bertanggungjawab Jika Memang Dinyatakan Bersalah oleh KPK

Kadishub Aceh Siap Bertanggungjawab Jika Memang Dinyatakan Bersalah oleh KPK

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com -  Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi menegaskan dirinya siap bertanggungjawab jika memang dinyatakan bersalah terkait pengadaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat.

Hal itu disampaikan Junaidi dalam diskusi publik yang digelar Forum Aceh Nusantara (FORMA-NUS) secara virtual, Rabu (23/6/2021). Berawal dari pertanyaan salah satu peserta forum terkait pemanggilan Junaidi oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Dikatakan Junaidi, pemeriksaan KPK beberapa waktu lalu memang berkaitan dengan pengadaan Kapal Aceh Hebat. Namun semua itu dijalaninya dengan baik tanpa masalah. Bahkan semua data yang diminta secara detail telah diserahkan.

"Untuk sementara waktu pemeriksaan KPK sudah berjalan baik. Kita sudah menyampaikan semua data apapun yang diminta detail sekali," katanya.

Bahkan, ia juga telah menyampaikan segala operasional kapal yang tercatat di dalam log book. Dikatakannya, Log book kapal mencatat segala aktivitas kapal dan mesin setiap jam. Apa yang dipresentasikannya dalam forum saat ini terkait KMP Aceh Hebat juga telah dipresentasikannya di depan KPK. Hanya saja bukti-bukti yang disampaikan saat itu lebih lengkap seperti yang diminta.

Dalam presentasi Junaidi diawal forum, ia memaparkan segala hal mulai dari data sejarah kapal di Aceh sampai dengan proses pengadaan Kapal Aceh Hebat 1,2 dan 3. Segala hal yang selama ini dipertanyakan masyarakat menurutnya secara jelas dipaparkan di sana. Bahkan ia membantah isu liar yang berkembang di tengah masyarakat yang menyatakan kapal bekas.

"Jadi persoalan KPK ini saya ingin menyampaikan biarlah nanti. Saya juga tidak bisa menjamin bahwa saya tidak bersalah. Karena korupsi definisinya adalah memperkaya diri sendiri atau memperkaya orang lain. Silap silap bisa memperkaya orang lain," ucapnya lagi.

Secara pribadi ia merasa proses pemeriksaan tersebut tidak masalah untuknya, yang jadi masalah ucapnya, adalah ia tidak sanggup dan merasa berat melihat komentar yang bertebaran di media sosial yang kebanyakan mencaci maki.

"Saya tidak takut. Karena saya tidak melakukan apa-apa. Kalau menurut ukuran hukum, ukuran aturan ada yang salah, saya siap," tegas Junaidi

Junaidi juga menyampaikan permohonan maafnya jika diskusi publik terkait pengadaan Kapal Aceh Hebat tersebut dinilai terlambat dilakukan Pemerintah Aceh.

Menurutnya hal tersebut bukan hanya menjadi tanggungjawab Dishub Aceh, tetapi juga melibatkan berbagai pihak. Namun demikian, hal yang berkaitan dengan data, sebutnya semua telah dipublikasikan pihaknya di website dan bisa diaskes publik.

Selain Kadishub Aceh yang menjadi narasumber utama, forum tersebut juga turut mengahadirkan anggota DPR RI, Rafli Kande, Kepala BPPA Jakarta, Almuniza Kamal serta tokoh muda Aceh dan perwakilan dari Bupati Simeulue.

Komentar

Loading...