Kadis DP3A : Kasus Kekerasan Seksual Anak dan Hubungan Sedarah Masih Tinggi di Aceh

Kadis DP3A : Kasus Kekerasan Seksual Anak dan Hubungan Sedarah Masih Tinggi di Aceh
Ilustrasi (Foto: merdeka.com)

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh, Nevi Ariyani merasa prihatin dan khawatir terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus meningkat di Aceh.

Hal ini menanggapi kasus inses yang terjadi baru-baru ini terjadi di Kecamatan Pekan Baro, Pidie.

Dikatakan Nevi, walaupun trend kasus tersebut terlihat cenderung menurun dari tahun 2017 lalu, namun masih tergolong kasus yang tinggi, terutama kasus kekerasan seksual terhadap anak dan kasus hubungan sedarah (inses).

"Kita khawatir apalagi dengan daerah kita Serambi Mekkah ini,  adanya kasus-kasus hubungan sedarah (inses) ini yang semakin meningkat," ucap Nevi Ariyani saat dihubungi anteroaceh.com, Rabu (1/9/2021).

Tentu saja, sebutnya kondisi Aceh hari ini memerlukan perhatian semua pihak, baik masyarakat, ulama, umara, media dan yang lebih utama adalah para orang tua. Menurutnya, kasus yang baru-baru ini terjadi, akibat lemahnya pengawasan orang tua.

"Sekilas informasi yang saya dengar dari teman-teman di Pidie, bahwa orang tuanya memang awam atau keterbatasan ilmu sehingga pengawasan terhadap anaknya kurang atau abai," ucap Kadis DP3A.

Faktor lain yang menyebabkan hal itu dapat terjadi, sebutnya bisa juga akibat kecanduan pornografi, narkoba, miras, kurangnya ilmu agama, faktor lingkungan dan juga kesempatan.

Walaupun korban telah dijadikan tersangka, dalam kasus tersebut, sebutnya tetap saja perempuan pada akhirnya dikatakan sebagai korban. Korban perempuan, perlu mendapatkan dukungan, baik fisik, mental maupun psikososial termasuk dukungan kepada bayi yang baru saja lahir tersebut.

"Kami dari UPTD PPA Provinsi Aceh,  juga masih terus berkoordinasi dengan P2PTA Pidie dan mereka sudah mendatangi korban dan melihat apa yang dibutuhkan untuk penanganan lebih lanjut," ucap Nevi

Dikarenakan proses tersebut masih berlangsung, pihaknya masih belum mendapatkan laporan lengkap mengenai perkembangannya saat ini dan masih akan terus melakukan pemantauan.

"Harapannya baik itu korban atau pelaku perlu pendampingan dan tentu saja proses hukum tetap berjalan. Dan bagi pelaku anak dapat diproses hukum sesuai peradilan anak " pungkas Kadis DP3A Aceh, Nevi Ariyani.

Komentar

Loading...