Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Kabid Disperidagkop Abdya Sebut Omong Kosong Biaya Pembuatan Toko Online Hanya Rp 30 juta

Kabid Disperidagkop Abdya Sebut Omong Kosong Biaya Pembuatan Toko Online Hanya Rp 30 juta

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Kabid Industri Disperindagkop Abdya, Ghazali mengatakan omong kosong  kalau ada yang bilang pembuatan aplikasi toko online seperti tokopika.com cukup dengan Rp.30 juta.

“Omong kosong kalau ada yang bilang saya bisa buat aplikasi Rp 30 juta, karena harga servernya saja hampir Rp 70 hingga 200 juta, dan server yang kita gunakan saat ini server yang paling bagus,” kata Ghazali yang juga Pejabat Pembuat Komitmen kegiatan tersebut, Kamis (17/12/2020).

Selain biaya server yang cukup mahal menurutnya tenaga IT juga cukup tinggi karena berhubungan dengan kekayaan intelektual.

“Memang benar, kalau barang harus sesuai harga, akan tetapi ada sesuatu yang tidak bisa kita beli yaitu hak kekayaan intelektual tadi, makanya agak mahal dan disitulah harga yang paling mahal dalam pembuatan aplikasi ini,” jelas Ghazali.

Untuk menyelesaikan tokopika.com dibutuhkan waktu tiga bulan dengan menggunakan 10 orang tenaga IT.

“Satu orang projek manager dengan bayaran Rp 70 juta, kemudian web eiginer sebanyak 4 orang dengan bayaran Rp 200 juta, mobile eiginer 3 orang Rp 150 juta, ahli desain interves dan data eiginer masing-masing satu orang dibayar Rp 50 juta,” jelas Ghazali.

Ia menambahkan pengerjaan pembuatan tokopika.com itu dikerjakan oleh PT. Generus Bangsa. 

Ghazali juga menerangkan, dalam kurun waktu selama tiga bulan kedepan tim IT itu akan terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap aplikasi tersebut.

Selain itu dalam penyiapan tokopika.com juga dilakukan pembelian sejumlah perangkat pendukung seperti; server, monitor, rack server, PDU, UPS, HUB.

 “Semua harga itu sudah standar dan tidak ada kami lebih-lebihkan harganya atau kami melakukan mark up, karena semua barang itu sesuai dengan harga standarnya,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan seorang relawan RTIK Aceh menilai penggunaan uang sebesar 1,3 miliar untuk pembuatan toko online merupakan pemborosan anggaran bahkan ia mengklaim jika berbentuk tokopika.com ia mampu mengerjakan dengan biaya Rp. 50 juta.

Hal hampir senada juga pernah disampaikan ketua RTIK Aceh. Dia mengklaim mampu mengerjakan toko online sejenis itu dengan biaya Rp. 30 juta saja.

Komentar

Loading...