Jemaah Calon Haji yang Meninggal Selama Penundaan Keberangakatan Bisa Digantikan

Jemaah Calon Haji yang Meninggal Selama Penundaan Keberangakatan Bisa Digantikan
Kepala Kemenag Abdya, Salihin Mizal. Foto: anteroaceh.com/Ilyas

BLANGPIDIE – Kepala Kantor Kementrian Agama (Ka Kemenag) Aceh Barat Daya (Abdya) Salihin Mizal mengatakan jemaah calon haji (JCH) yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan haji bisa digantikan oleh anggota keluarga seperti istri atau anaknya.

Hal itu kata Salihin disebut pelimpahan porsi, namun demikian proses pelimpahan porsi itu juga ada persyaratannya.

Penegasan itu disampaikan Salihin usai sosialisasi Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor: 660 tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji tahun 1442 H/2021, Rabu (28/7/2021) di aula kantor Cabang Dinas Pendidikan Aceh wilayah Abdya.

Salihin mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua pembatalan keberangakatan jama’ah calon haji (JCH) karena pandemic COVID-19.

Disisi lain, kata Salihin angka pendaftaran CJH setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, kami sangat senang dan berbangga hati melihat antusiasme masyarakat di Abdya tidak terpengaruh dengan penundaan keberangkatan, artinya meskipun sudah dua kali batal berangkat ke tanah suci angka pendaftaran terus meningkat,” kata Salihin.

Salihin menjelaskan, jumlah JCH yang batal berangkat selama dua tahun ini berjumlah 61. Bahkan diantara Jemaah itu ada yang sudah berusia 93 tahun yankni Abdul Rani.

“Sedangkan JCH yang mendaftar tahun 2020 berjumlah 260 orang dan tahun ini sampai Juli ini sudah 107 orang pendaftar,” jelasnya.

Salihin juga memastikan dana JCH yang sudah disetor sampai saat ini masih aman, informasi itu didapat langsung dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Sampai saat ini belum ada jamaah calon haji asal Abdya yang mernarik uang yang sudah disetorkan,” katanya.

Komentar

Loading...