Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Jalan  Medan-Banda Aceh adalah Jalur ‘Tengkorak’

Jalan  Medan-Banda Aceh adalah Jalur ‘Tengkorak’

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com- Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondany menyebut jalan lintas Medan-Banda Aceh dengan sebutan jalur 'Tengkorak'. Sebabnya angka kematian di di jalur lintas timur tersebut sangat tinggi dibandingkan lintas Barat Selatan.

“Ini jalan lintas utara (Timur), banyak kematian di jalur ini akibat kecelakaan lalu lintas. Ini jalur padat, ini tugas kita bersama untuk menurunkan angka kematian dengan terus menggalakkan tertib lalu lintas kepada masyarakat,” ungkap Dicky saat menghadiri kegiatan supervisi operasi Zebra Seulawah di aula Tribrata Mapolres Lhokseumawe, Selasa (3/11/2020) pagi.

Dicky juga menerangkan , beda dengaan jalur lintas barat, salah satu penyebab kecelakaannya  akibat banyak ternak berkeliaran di jalan. sebenarnya kedua jalur tersebut sama-sama memiliki potensi kecelakaan tinggi.

“Operasi Zebra adalah program polisi untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang terus meningkat, saat ini  kematian di jalan raya lebih besar dibandingkan akibat konflik dan bencana alam,” katanya.

Dirlantas juga mengingatkan, empat tahun lagi  Tol Medan-Banda Aceh akan terwujud. Lintass cepat tanpa hambatan tersebutt akan memangkas waktu perjalanan dari belasan jam menjadi 4 jam. Semua kendaraan yang awalnya melintas di jalur biasa, akan mengambil jalur Tol.

“Efeknya, angka kecelakaan akan beralih dari jalur Medan-Banda Aceh ke Tol. Kita semua harus siap menangani persoalan tersebut, dan Kota Lhokseumawe akan memiliki PJR untuk Tol,” jelasnya lagi.

Acara tersebut dihadiri Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Kasat Lantas AKP Radhika Angga Rista, tim supervisi dari Polda Aceh dan seluruh anggota Satlantas Polres Lhokseumawe.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...