Jaksa Pastikan Juga Usut Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa  Tahun 2019

Jaksa Pastikan Juga Usut Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa  Tahun 2019

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Jaksa memastikan akan menindaklanjuti pengakuan orang dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe yang membeberkan dugaan tindak pidana korupsi juga terjadi di proyek batu gajah Cunda Meuraksa tahun anggaran 2019.

Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Mukhlis SH  mengungkapkan pihaknya juga akan menyelidiki proyek batu pengaman pantai tahun 2019, bila perlu penyelidikan anggaran tahun 2018.

“Kita akan ungkap kebenarannya pada proyek 2020 ini dan 2019, bila proyek tahun 2018 juga akan kita ungkap kepada masyarakat. Saya juga minta media membantu kami memberitahukan siapa orang yang membeberkan soal itu,” kata Mukhlis, Jum’at (5/2/2021).

Saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi, diantaranya dari pihak dinas PUPR Kota Lhokseumawe dan rekanan. Rencananya pemeriksaan ulang rekanan akan dilakukan dalam pekan ini.

Upaya lain yang ditempuh, antara lain telah meminta pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh untuk melakukan audit investigasi. Rencananya tim audit akan turun dalam waktu dekat.

Kemudian pihaknya juga akan meminta pihak ahli konsruksi untuk menilai kondisi pekerjaan. Harapannya kasus tersebut bisa segera terungkap kebenarannya ke publik.

Mukhlis juga menegaskan kembali, bahwa pengembalian dana proyek tahun 2020 oleh pihak rekanan  PT Putra Perkasa Aceh tidak akan menghilangkan kerugian negara, namun tindakan itu hanya mengembalikan kerugian negara. 

“Kami komitmen untuk mengungkap kasus ini, saya akan tindak bila ada anggota saya yang menerima fee dari proyek itu, sekalipun itu saya sendiri nantinya. Kita sudah susah dengan kondisi pandemi Covid-19, jangan sampai saat ini ada pihak ikut menggerogoti uang rakyak,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe Safaruddin saat dihubungi anteroaceh.com mengaku tidak tahu soal proyek 2019, karena saat itu ia belum menjabat sebagai kepala dinas. 

“Kalau itu saya tidak tau, karena saya Oktober baru menjabat kepala  Dinas PUPR,” singkat Safaruddin.

Sebelumnya dikabarkan, sumber dari dalam Dinas PUPR Kota Lhokseumawe menyebutkan, proyek batu Gajah tahun 2019 juga bermasalah, bahkan dugaan indikasi korupsi yang lebih kuat, karena proyek tersebut tidak selesai dikerjakan, namun dan dana sudah ditarik 100 persen diakhir tahun.

Komentar

Loading...