Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ini Perkembangan Perkara Ucapan Rasisme Walikota Lhokseumawe Terhadap Pedagang Pasar Inpres

Ini Perkembangan Perkara Ucapan Rasisme Walikota Lhokseumawe Terhadap Pedagang Pasar Inpres
Ilustrasi rasis (Foto: merdeka.com)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Penyelidikan dugaan penghinaan dan ucapan rasisme Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya terhadap Sofyan pedagang Pasar Inpres masih berlanjut di Polda Aceh. Sejumlah saksi termasuk saksi ahli sudah dimintai keterangan.

Informasi yang diperoleh dalam waktu dekat penyidik Ditreskrimum Polda akan menggelar perkara untuk menentukan status perkara, dalam hal ini terlapor Suaidi Yahya.  Karena tiga saksi ahli sudah dimintai keterangan yaitu ahli bahasa, ahli pidana dan ahli psikologi forensik.

Sementara itu saksi lain yang ditelah diperiksa, diantaranya Sekdako Lhokseumawe T Adnan, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe Hanirwansyah, Asisten III  Mehrabsyah, Dr Tgk Anwar asisten II Setdako , Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan , Kopreasi dan UMKM  Ramli , Kabag Humas Pemko Marzuki.

Dalam perkara ini Polda menerapkan pasal berlapis,  yaitu pasal  310 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 15 tentang tindak pidana penghinaan  dan pasal 16 Undang-undang RI nomor  40 tahun 2008  tentang penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sementara itu pelapor Sofyan saat dihubungi anteroaceh.com, Sabtu (30/1/2021) menjelaskan, pihak sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan perkara dari penyidik Polda Aceh kemarin.

“Surat pemberitahuan sudah ada, isinya akan segera diadakan gelar perkara  dalam waktu dekat untuk menentukan status perkara,” jelas Sofyan.

Mantan aktifis SMUR itu juga memuji Polda Aceh yang telah merenspon laporannya dengan baik dan dalam penanganannya dilakukan sangat transparan.

“Saya bersyukur karena  memang kasus ini sudah berjalan dengan baik dan transparan, saya  yakin Polda   bekerja secara profesional dan akuntabel sesuai dengan tupoksinya,” jelas Sofyan.

Untuk diketahui, Sofyan melaporkan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya ke Polres setempat pada 13 Juli lalu, karena diduga telah melakukan pencemaran nama naik dengan menyebut dirinya “Sofyan Hitam” dan “Provokator” di sebuah media online. 

Sofyan menjelaskan , kalimat penghinaan itu dilontarkan orang nomor satu di Lhokseumawe itu terjadi dalam sebuah pertemuan Forkopimda tahun 2020 lalu. Ia juga mengaku memiliki rekaman penghinaan  tersebut

Iklan HPN Bank Aceh dan Pemkab Abdya

Komentar

Loading...