Ini Penjelasan Dirut RS Arun Lhokseumawe Soal Dugaan PAD ‘Bocor’

Ini Penjelasan Dirut RS Arun Lhokseumawe Soal Dugaan PAD ‘Bocor’
Rumah Sakit Umum Arun. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Manajemen Rumah Sakit Arun Lhokseumawe akhirnya buka suara soal isu bocor Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2020 yang sebelumnya diungkap Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA).

Baca: PAD Rumah Sakit Umum Arun Bocor? Ini Kata MaTA

Direktur Utama PT Rumah Sakit Arun Hariadi kepada anteroaceh.com, Minggu (25/4/2021) menyebutkan sebagian PAD yang tidak disetorkan ke kas daerah telah diinvestasikan untuk pembenahan fasilitas pasar induk di Los Kala.

“Setoran PAD berkurang karena dananya kita alihkan untuk renovasi pasar dan kita bangun fasilitas sumur bor. Kekurangan setoran itu jadi utang kita, dan akan kita bayar tahun depan,” ungkap Hariadi.

Baca: DPRK Lhokseumawe Janji Telusuri Dugaan ‘Kebocoran’ PAD RSU Arun 

Menurutnya renovasi pasar induk dan pembangunan sumur bor  dari dana PAD itu telah selesai dikerjakan. Bahkan pihaknya berencana mengadakan pasar murah untuk masyarakat di bulan Ramadan ini menggunakan hasil keuntungan dari unit usaha tersebut, namun batal dilakukan.

Hariadi menambahkan sejak tahun 2012 PT. Pembangunan Lhokseumawe (PTLP), selaku pengelola unit usaha termasuk rumah sakit  tidak lagi mendapat penyertaan modal dari Pemko Lhokseumawe, sejak itu pula Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu berusaha mendiri mengelola unit usaha untuk mendapatkan laba.

“Kita sedang merubah paradigma BUMD agar lebih mandiri tanpa bantuan pemerintah. Apalagi kita sejak tahun 2012  tidak lagi mendapat penyertaan modal. Jadi kita mulai   berinvestasi sedikit demi sedikit. Sehingga PAD yang kita dapatkan nantinya menjadi lebih banyak,” pungkasnya.

Pasar Induk Dikelola PTPL
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Lhokseumawe Ramli menyebutkan sejak awal tahun 2021 pengelolaan pasar induk di Los Kala diserahkan ke PT Pembangunan Lhokseumawe.

Ramli menyebutkan pengalihan pengelolaan pasar itu dilakukan oleh pak Sekdako T Adnan ke pihak PTPL diawal 2021 lalu di kantor walikota.  Sebelumnya pengelolaan pasar terbengkalai tersebut masih dipegang  dinasnya.

Ramli juga mengatakan tidak memahami, apakah seluruh bagian pasar di kelola oleh perusahaan plat merah tersebut atau hanya sebagian saja. Apalagi saat ini ada satu gudang dari tiga gudang besar di pasar itu sudah disewa oleh pihak Coca Cola.

“Pastinya diawal tahun ini, Sekda telah menyerahkan pengelolaan pasar induk ke PTPL, namun untuk mekanisme dan hal-hal teknis lainnya saya tidak paham. Apakah mengelola semua bagian pasar, saya juga tidak tahu. Tapi salah satu gudang di pasar itu sudah disewa distributor Coca cola,” sebut Ramli.

Ia juga mengaku tidak tahu, apakah sewa-menyewa itu dilakukan PTPL atau pihak lain, namun ia memastikan biaya sewa gudang tersebut tidak melalui administrasi dinasnya. “Mungkin lebih detail masalah itu bisa ditanya langsung ke bapak Sekda,” katanya.

Komentar

Loading...