Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ini Pengakuan Terduga Penyelundup Rohingya yang  Diciduk TNI di Lhokseumawe 

Ini Pengakuan Terduga Penyelundup Rohingya yang  Diciduk TNI di Lhokseumawe 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara berhasil menangkap tujuh warga Sumut yang diduga hendak menyelundupkan Rohingya dari BLK di Kandang Lhokseumawe pada Jumat (20/11/2020) dinihari. Dua orang  sudah mengakui diperintah seseorang dari Malaysia.

Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto menjelaskan, saat diinterogasi petugasnya, DA  (25)  warga asal    Kota Matsum IV, Kecamatan Medan Area, Sumatera Utara mengaku dihubungi bibinya insial EM pada 17 November lalu. EM adalah wanita asal Kerinci, Riau , saat ini bekerja di Malaysia. 

DA mengaku dikirim uang oleh EM sebesar 500 ribu untuk ongkos melacak lokasi kamp Rohingya di Lhokseumawe. Esoknya DA berangkat ke Lhokseumawe menumpang bus , setelah mendapat informasih DA berangkat ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang menginap di rumah saudaranya.

Pada tanggal 19 November, pria itu kembali dihubungi EM, dan  diminta  berangkat  ke Lhokseumawe pada hari itu dengan merental mobil.

“DA ditemani sopir mobil rental inisial JR dan tiba di Lhokseumawe pada Jumat dinihari tadi dan ditangkap petugas saat menunggu Rohingya di Simpang Kandang,” jelas Dandim.

Sedangkan pelaku inisial Za (25) tak lain Rohingya yang sudah lama tinggal di Medan. Pria itu mengaku dihubungi orang dari Malaysia bernama Abdul Hamid, yang juga suku Rohingya. Dia diperitahkan membawa kabur 2 wanita Rohingya dari BLK. 

“Za mengaku dijanjikan upah 4 juta rupiah bila berhasil membawa kabur dua wanita Rohingy. Tugasnya hanya sampai Medan saja, setelah itu ada orang lain yang akan membawa Rohingya ke Malaysia,” jelasnya lagi.

Sedangkan lima warga Sumut lainnya sedang menjalani pemeriksaan intensif. Mereka ditangkap saat sedang makan di rumah makan Siang Malam Cunda.

“Saat ini semua yang kita tangkap sudah kita serahkan ke Polres Lhokseumawe untuk ditindak lanjut. Sejumlah barang bukti berupa Handphone, ATM, identitas dan barang lainnya milik warga tersebut juga ikut kita serahkan ke polisi,” jelasnya lagi.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...