Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ini Jawaban Rekanan Proyek Jalan Buluh Suma Trumon

Ini Jawaban Rekanan Proyek Jalan Buluh Suma Trumon

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - PT Bina Pratama Persada rekanan proyek jalan Buluh Suma Trumon, Aceh Selatan membantah pengerjaan jalan sepanjang 3.500 meter   itu tidak sesuai standar teknis dan terindikasi ada kerugian Negara seperti yang dituding Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA).

“Kerusakan hanya di tiga titik dan sedikit sekali hanya sepanjang dua meter, itupun hanya berupa retak. Bila memang kualitas aspal tidak baik dan tipis seperti tudingan itu, otomatis kerusakan terjadi dari titik pertama sampai akhir,” jelas Iskandar dari PT Bina Pratama Persada kepada ANTEROACEH.com,  Selasa (11/2/2020).

Ia juga menjelaskan, saat ini kerusakan kecil itu dalam proses perbaikan karena saat ini masih masa pemeliharaan selama setahun. Namun perbaikan tertunda sementara karena mesin potong aspal meledak saat proses pemotongan. Dan mesin tersebut sedang diperbaiki.

“LSM atau wartawan bisa saksikan di lokasi, terlihat median jalan yang rusak itu sedang kita perbaiki, andai tidak rusak mesinnya mungkin hari ini sudah selesai,” kata Iskandar.

Kemudian, katanya kerusakan jalan itu akibat dilintasi kendaraat berat yang mengangkut material ke lokasi proyek diatasnya. Jadi dengan adanya kerusakan kecil tersebut dinilai wajar terjadi.

Terkait tudingan ada aspal yang rusak terlihat tipis, itu aspal yang sisa sebanyak 10 ton yang dilapisi kembali ke badan jalan yang sebelumnya sudah diaspal dan terjadi retak rambut. Sedangkan dari hasil core drill ketebalan aspal proyek itu  6,5 cm hingga 7,2 cm.  Bila hal itu dipersoalkan, pihaknya bisa membuktikan dari hasil core tersebut.

Iskandari meminta  YLBH AKA  untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum dikabarkan ke media, agar mengetahui persoalan. Dan biar tidak terkesan asal tuding. “Tanpa dikabarkan ke media, kami tetap memperbaiki kerusakan kecil tersebut karena memang masih dalam tahap pemeliharaan,” pungkasnya.

Sebelumnya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA) distrik Abdya mendesak kepolisian menyelidiki pengerjaan proyek jalan Buluh Suma Trumon, Aceh Selatan, pasalnya pengerjaan proyek  Rp 19 miliar  bersumber dana Otsus 2019 itu dinilai asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Hasil pantauan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi dan Keadilan Aceh (YLBH AKA) proyek jalan tersebut baru saja selesai dikerjakan beberapa bulan lalu oleh PT Bima Pratama Persada sudah mengelupas, rusak dengan lapisan aspal yang tipis.

“Polisi harus mengusut proyek ini, karena sngat mustahil dengan nilai anggaran Rp 19 miliar, jalan yang baru dibangun sudah rusak , terkelupas dan lapisan aspalnya sangat tipis. Hal ini terjadi karena pengerjaan tidak sesuai standard an spesifikasi teknis. Bahkan bisa dikatakan proyek itu semata-mata tujuan keuntungan,” terang Rahmad Kurnadi SH, anggota YLBH AKA distrik Abdya, Selasa (11/2/2020).

Selain rekanan PT Bima Pratama Persada, Rahmad menuding PT Nuansa Galaksi, selaku konsultan ikut bermain dalam proyek jalan itu, karena perusahaan itu bertanggungjawab penuh terhadap mekanisme pelaksanaan proyek dan kualitas jalan.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...