Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Ini Cawagub Ideal Pendamping Nova Menurut Irwan Djohan 

Ini Cawagub Ideal Pendamping Nova Menurut Irwan Djohan 
Teuku Irwan Djohan. Foto: facebook

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Sejumlah politisi partai nasional dan lokal di Aceh mulai bergerilya untuk memunculkan sosok pengisi kursi calon pendamping  Nova Iriansyah yang  ditetapkan sebagai gubernur definitif oleh Mendagri Tito Karnavian beberapa waktu lalu.

Namun sebagian besar politisi hanya memunculkan kandidat individual, dengan berbagai argumen bentuk pencitraan untuk meyakin publik dan para pihak untuk mendapatkan kursi orang nomor dua di Aceh itu. 

Tapi beda dengan anggota DPRA,  Teuku Irwan Djohan. Melalui postingan facebooknya, politisi partai Nasdem itu menerangkan sejumlah sosok lintas partai pantas mendapatkan posisi sebagai Wagub Aceh. Walau memunculkan banyak nama tokoh populis, namun dalam tulisannya itu, ia mengungkapkan sosok yang paling tepat adalah sosok dari Partai Nasional Aceh (PNA).

Pendapat pribadi T Irwan Djohan itupun mendapat beragam komentar positif dari netizen walau ada juga yang kurang setuju.

Berikut postingan yang diunggah pada lama facebook pada 9 November 2020 : 

“Sedang rame perbincangan publik di Aceh soal sosok yang tepat sebagai Wagub Aceh untuk mendampingi Gubernur Nova Iriansyah di sisa masa jabatannya. 

Kalau menurut saya, sosok Wagub Aceh yang paling tepat berasal dari keluarga besar PNA (Partai Nanggroe Aceh) sebagai partainya mantan Gubernur Irwandi Yusuf.

Adapun beberapa nama yang berasal dari keluarga besar PNA yang cocok untuk mendampingi Nova Iriansyah, menurut saya adalah : 

(1) Darwati A. Gani
(2) M Zaini Yusuf
(3) Meutuah Agam 
(4) Samsul Bahri Pna 
(5) Irwansyah (Tgk. Mukhsalmina) 

Saya rasa sangatlah logis dan etis, apabila pendamping Nova Iriansyah berasal dari PNA. Terlebih lagi jika berasal dari salah satu keluarga inti Irwandi Yusuf.

Jika dari luar PNA, apalagi jika memungkinkan figur wagubnya Nova Iriansyah berasal dari luar parpol pengusung, maka ada beberapa nama yang layak dipertimbangkan demi kestabilan politik dan kestabilan pemerintahan di sisa masa jabatan Nova Iriansyah. 

Jika tujuannya kestabilan politik dan pemerintahan, mungkin para politisi dari PA (Partai Aceh) layak untuk dipertimbangkan, karena PA merupakan parpol pemenang Pemilu dengan jumlah kursi terbesar di parlemen Aceh. 

Beberapa nama dari PA yang menurut saya layak adalah : 

(1) Tgk Muharuddin 
(2) Ermiadi Abdul Rahman 
(3) Azhari Cage 

Tapi... 

Jika pemilihan Wagub Aceh masih mungkin dilaksanakan oleh DPRA dalam waktu yang sudah tinggal sedikit ini, yang juga harus disorot oleh publik adalah kemungkinan terjadinya praktik "money politic" berupa siraman uang yang merupakan praktik lazim (rahasia umum) di negeri ini. 

"Pundi-pundi" itu akan disiram ke minimal 41 orang Anggota DPRA untuk memperoleh dukungan suara mayoritas di parlemen yang berjumlah 81 orang. 

Berapa jumlah uangnya? 

Kalau untuk tingkat pemilihan Wakil Walikota Banda Aceh di tahun 2015 saja, jumlahnya sekitar Rp. 25 jutaan per Anggota DPRK. 

Berarti untuk tingkat pemilihan Wakil Gubernur, mungkin saja jumlahnya berkisar 10x lipat atau sekitar Rp. 250 jutaan per Anggota DPRA.”

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...