Ini Alasan Pemkab Pidie Jaya Tak Perpanjang SK Honor Janda  Miskin Penderita Tumor

Ini Alasan Pemkab Pidie Jaya Tak Perpanjang SK Honor Janda  Miskin Penderita Tumor
Kepala Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTTSP) Pemkab Pidie Jaya , Puteh A Manaf

MEUREUDU, ANTEROACEH.com - Kepala Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTTSP) Pemkab Pidie Jaya , Puteh A Manaf membenarkan tidak memperpanjang kontrak Anita Safriani (32) janda miskin penderita tumor tulang belakang sebagai tenaga harian lepas (THL) tahun 2021.

Saat ditemui wartawan beberapa hari lalu di kantornya, Puteh A Manaf menerangkan, yang bersangkutan telah 10 bulan lebih tidak masuk kantor dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya, yaitu sejak Juli 2020. 

Menurut Puteh, janda tiga anak itu bertatus sebagai pegawai THL di sub bagian administrasi dan sebelumnya pernah berstatus THL di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pidie Jaya. 

“Tidak diperpanjang SK bukan kewenangan kami, Anita sudah tidak masuk kerja sejak Juni 2020, pertimbangannya adalah selama itu pula, beliau tidak bisa absensi kehadiran , ditambah lagi kami disini abensi kehadiran pegawai memakai finger print,” ujar Puteh.

Ia juga menyampaikan, Anita tidak pernah meminta izin , namun pernah menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter. Sebagai pertimbangan kemanusiaan, pihak dinas tetap  memberikan hak Anita sebagai THL sampai akhir tahun 2020.

Ia juga menilai kinerja  Anita selama di dinas tersebut jauh dari harapan , mungkin karena kondisinya kesehatan yang tidak baik. “Itu berbagai pertimbangan  kenapa yang bersangkutan tidak diperpanjang SK  nya,” pungkas Puteh.

Minta Keadilan 

Anita Safriani (32) janda miskin asal Gampong Reuseb, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya meminta keadilan dari Pemkab Pidie Jaya, agar dipekerjakan lagi sebagai honorer . Masalahnya ia tidak masuk kantor karena menderita tumor ganas tulang belakang dan menyebabkan tubuhnya lumpuh.

Ia berharap keadilan dari Pemkab, karena telah 11 tahun mengabdi dan hanya karena penyakitnya yang belum sembuh ia harus dibebas tugaskan dari THL di Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Pidie Jaya.

“Saya ini janda tiga anak, saya butuh biaya untuk memberikan makan anak-anak dan biaya berobat. Saya minta tolong agar SK diperpanjang,” ujar Anita penuh harap.

Ia mengaku saat ini tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa terbaring di rumah orang tuanya di desa tersebut. Ia syok setelah mengetahui SK tidak diperpanjang, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari kepala dinas.

Awalnya ia mengira masih ada jerih yang didapatkan untuk menghidupi kelima anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dari statusnya sebagai tenaga honorer. Namun harapan itu pupus karena kontraknya tidak diperpanjang lagi.

Ia merasa dirinya ibarat jatuh tertimpa tangga, bahkan merasa pengabdianya selama 11 tahun sebagai tenaga honor di Pemkab tidak dihargai. Hanya karena sakit tumor yang menyebabkan sebagian anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan ia harus hilang pekerjaan.

Komentar

Loading...