Infeksi Paru Akut, Derita Janda Fakir di Paya Gaboh Sawang 

Infeksi Paru Akut, Derita Janda Fakir di Paya Gaboh Sawang 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Bak pepatah sudah jatuh, tertimpa tangga pula, hal itu rasanya tepat disematkan untuk sosok Nuraini Mustafa, janda fakir penghuni gubuk reyot di  Gampong Paya Gaboh, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Saat ini kondisi wanita 34 tahun tersebut semakin miris, sakit akibat infeksi paru tak kunjung sembuh, bahkan semakin parah. Hanya bisa terbaring lemas di rumah reyot berdinding tepas bambu lapuk. Ia kesulitan bernafas sehingga kondisinya tidak normal. 

Informasi yang diperoleh dari Marzuki tokoh Krueng Geukuh, sebelumnya Nuraini masih menghuni rumah kecil berdinding seng bekas di Dusun Bate Timoh, Gampong Keude Krueng Geukuh, Dewantara, Aceh Utara. Rumah itu berdiri diatas tanah wakaf Masjid. 

Saat sakit, Nuraini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah  Cut Meutia di Lhokseumawe, namun beberapa waktu lalu minta pulang karena tak ada perubahan. Setelah itu ia pulang ke kampung kelahirannya di Paya Gaboh, Sawang. 

Di situ Nuraini tinggal di gubuk diatas tanah milik kerabatnya, ia dirawat Hayatun Asniar (15), anak kedua dari almarhum suami kedua. Asniar hanya tamatan MTsN dan sempat masuk dayah Cot Trueng, tapi tidak kelar, karena tidak ada biaya dan ia harus merawat ibunya.

Saat ini ibu empat anak tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Kesehariannya hanya berbaring di atas tempat  tidur. “Beliau janda fakir dan sangat membutuhkan bantuan. Hidup di gubuk sempit serba kekurangan,” ungkap Marzuki, Kamis (10/6/2021).

Katanya,  Nuraini memiliki  2 putra dan 2 putri. Anak pertama dari almarhum suami pertama, Rahmat Kurniawan (19) bekerja bantu-batu pedagang sayur di Pasar Krueng Geukuh. Ia menjadi tulang punggung keluarga walau hanya tamat SD.

Sedangkan dua anak,  Siti Aisyah (11) dan Muhammad Zakir (9), saat ini dirawat neneknya Rohani yang tinggal di Dusun Beringen, Keude Krueng Geukueh. 

“Saya sangat  berharap kepedulian sesama muslim yang punya wewenang dan yang mampu untuk membantu keluarga Nuraini, baik bantuan  pengobatan, pemenuhan sandang dan pangan, kelanjutan pendidikan anak-anaknya dan anak yatim yang ditanggung Nuraini,” ucap Marzuki.

Marzuki menambahkan, kehidupan Nuraini dan anak-anaknya salah satu potrek kemiskinan di Aceh Utara yang harus ditangani segera oleh para pihak. Nuraini bukan peminta, namun ia sakit sehingga tidak mampu mencari nafkah untuk menghidupi keempat anaknya.

Komentar

Loading...